Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Aksi Teaterikal Relawan MRI-ACT Bali, Ajak Warga Lebih Peduli Bencana Kabut Asap
Senin, 23 September 2019,
14:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Asap pekat yang menyelimuti 30 Juta Jiwa di 6 provinsi akibat dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa daerah di pulau Kalimantan dan Sumatera belakangan ini, berdampak kepada penurunan aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat yang sangat memprihatinkan.
[pilihan-redaksi]
Seperti di Riau, Indikator Kualitas udara yang di pasang di kota Pekanbaru menunjukan peringatan untuk meninggalkan Riau karena sangat buruk kualitas udara di Provinsi Riau tersebut. Ini adalah kondisi kabut asap terparah dalam sejarah kebakaran hutan di Riau.
Seperti di Riau, Indikator Kualitas udara yang di pasang di kota Pekanbaru menunjukan peringatan untuk meninggalkan Riau karena sangat buruk kualitas udara di Provinsi Riau tersebut. Ini adalah kondisi kabut asap terparah dalam sejarah kebakaran hutan di Riau.
Kondisi memprihatinkan ini membuat Relawan MRI ( Masyrakat Relawan Indonesia) dari ACT (Aksi Cepat Tanggap) Bali tergerak untuk melakukan aksi kemanusian Atasi Bencana Kabut Asap untuk membantu saudara sebangsa. Momentum CFD (Car Free Day) di Renon Denpasar Minggu(22/09)Pagi dimanfaatkan oleh Relawan MRI-ACT Bali untuk mengajak masyarakat Bali peduli terhadap Bencana Kabut Asap.
Relawan MRI-ACT melakukan Aksi beda kali ini, dengan konsep teaterikal dengan tema Bantu Mereka Bernapas. Konsep yang menggambarkan seperti apa kira-kira yang terjadi di sana.
Sheryl Anastasya Selaku Koordinator aksi dari MRI Denpasar mengungkapkan kenapa aksi kali ini dengan teaterikal dilakukan agar masyarakat Bali lebih memahami dan merasakan apa yang dihadapi saudara kita di sana.
“Jadi Kita membuat sebuah kotak transparan besar dan di dalam cerita nya di dalam kotak tersebut hiduplah suami istri dengan anak balita, lalu mengisi kotak tersebut dengan asap dengan masyarakat yang melintas akan menyaksikan secara langsung apa yang terjadi dengan keluarga tersebut, bahkan kita mengundang masyarakat untuk merasakan bagaimana rasanya bernapas diselimuti asap tebal minim oksigen. Harapan kami dengan aksi teaterikal ini akan berdampak sangat besar terhadap kepedulian masyarakat dengan kondisi kemanusian nya terjadi saat ini,” ungkap Sheryl.
[pilihan-redaksi2]
Tim Partnership ACT Bali, Apiska Antoni juga menyampaikan bahwa ACT sangat serius menanggapi bencana kabut asap ini. Hari ini (22/09) ACT mengirimkan Sejumlah armada kemanusiaan tersebut antara lain Humanity Food Truck, Ambulance Pre-Hospital, Humanity Water Tank, dan 10 truk logistik yang memuat 100 ton bantuan pangan berisi beras, gula, air mineral, termasuk kebutuhan sanitasi dan obat-obatan. Tidak hanya itu, 100 relawan terlatih juga akan diberangkatkan menuju Riau untuk membantu pemadaman api, pendistribusian bantuan maupun menggelar layanan kesehatan.
Tim Partnership ACT Bali, Apiska Antoni juga menyampaikan bahwa ACT sangat serius menanggapi bencana kabut asap ini. Hari ini (22/09) ACT mengirimkan Sejumlah armada kemanusiaan tersebut antara lain Humanity Food Truck, Ambulance Pre-Hospital, Humanity Water Tank, dan 10 truk logistik yang memuat 100 ton bantuan pangan berisi beras, gula, air mineral, termasuk kebutuhan sanitasi dan obat-obatan. Tidak hanya itu, 100 relawan terlatih juga akan diberangkatkan menuju Riau untuk membantu pemadaman api, pendistribusian bantuan maupun menggelar layanan kesehatan.
“Untuk Masyarakat Bali yang ingin memberikan donasi terbaik untuk saudara sebangsa, bisa dengan mendantangi kantor ACT Bali di Jalan Waturenggong No.160 A Panjer Waturenggong atau bisa transfer ke rekening Bank Mandiri 12700 1012 1703 atau BNI Syariah 88 0000 9288 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap,“ tambah Antoni. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026