Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Derita Gangguan Kejiwaan, Kondisi Bagong Memprihatinkan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sungguh memperihatinkan melihat kondisi I Komang Bagong salah seorang warga Banjar Perasi Kauh, Desa Pertima, Karangasem sepanjang hari menghabiskan waktunya di dalam sebuah ruangan isolasi yang dibuat khusus untuknya lantaran kondisi gangguan kejiwaan yang dideritanya sejak dilahirkan 40 tahun silam.
[pilihan-redaksi]
Pihak keluarga mengaku terpaksa melakukan ini demi kebaikan Bagong sendiri karena jika dibiarkan keluyuran takut ia menghilang karena sebelumnya Bagong sempat hilang selama seminggu disamping juga agar tidak mengganggu kenyamanan warga lainnya.
“Adik saya ini, memang sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak lahir, kami lakukan ini agar ia tidak hilang lagi seperti kemarin disamping takut tiba – tiba mengamuk mengganggu kenyamanan warga,” kata I Ketut Sukranata selaku adik kandung dari Komang Bagong ketika Wakil Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi datang melihat kondisi Bagong dirumahnya pada Rabu (16/10/2019).
Sukranata juga menceritakan, adiknya tersebut juga sempat menjalani perawatan di RSJ Bangli hanya saja saat menjalani proses pengobatan adiknya dipukuli oleh pasien gangguan jiwa lainnya yang diajaknya tinggal dalam satu ruangan sehingga pihak keluarga memutuskan untuk merawat Bagong di rumah saja.
Selain itu, kondisinya juga diperparah dengan mandegnya bantuan dari pemerintah yang sebelumnya sempat Kakaknya terima setiap bulannya pada saat pemerintahan mantan Bupati Karangasem, I Wayan Gredeg sebesar Rp.300 ribu setiap bulannya. Dirinya juga tidak mengetahui secara pasti apa alasannya sehingga bantuan tersebut tidak lagi diberikan untuk kakaknya itu setelah berakhirnya kepemimpinan I Wayan Geredeg pada tahun 2014 silam.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi mengaku awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada salah seorang warga yang mengalami gangguan kejiwaan yang terpaksa harus dikurung di dalam sebuah ruangan sempit.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Sumardi, Rabu (16/10/2019) pagi langsung turun dengan cara datang langsung ke rumah warga seperti yang diinformasikan tersebut.
Begitu tiba disana setelah melihat kondisi Bagong seperti saat ini, Nengah Sumardi mengaku sangat prihatin.
“Kami sangat prihatin melihat kondisinya, dikurung di dalam sebuah ruangan yang benar–benar jauh dari kata layak,” kata Sumardi setelah melihat kondisi Bagong di tempatnya menghabiskan waktu setiap harinya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan