Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Produk Asuransi Ini Bisa Diperoleh Cukup dengan Menukarkan Botol Plastik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menyadari potensi pasar yang besar dari sebagian besar masyarakat Indonesia yang belum mampu terakses asuransi (emerging consumers), Allianz Indonesia melakukan inovasi produk asuransi terjangkau yakni cukup dengan penukaran sampah plastik untuk mendapatkan premi yang setara dengan 2 kg botol plastik dan iuran uang duka.
[pilihan-redaksi]
Joos Louwerier, Country Manager dan Direktur Utama Allianz Life Indonesia mengatakan produk asuransi ini meliputi asuransi jiwa mikro, produk asuransi kecelakaan diri, serta produk asuransi jiwa berjangka kumpulan kepada masyarakat kelompok emerging consumers melalui Program “Tukar Sampahmu, Lindungi Dirimu” dan Program “Allianz Uang Duka”.
"Kami tidak mempunyai data angka yang pasti tentang potensi pasar ini tetapi kita semua tahu bahwa sebagian besar 250 juta lebih penduduk Indonesia masih belum mampu mengakses kebutuhan asuransi," ujarnya usai perayaan puncak Hari Asuransi nasional di Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (20/10/2019).
Pihaknya yang baru meluncurkan produk dalam kurun waktu beberapa hari lalu ini mengutarakan tidak mematok target minimal atau maksimal karena lebih mengutamakan tujuan produk yang menyasar konsumen yang memang belum terakses oleh produk asuransi umum.
"Saat peluncuran produk sudah ada 600 nasabah yang masuk dari program penukaran sampah plastik di bank sampah, dan terhitung saat ini sudah meningkat menjadi 1.000 nasabah," sebutnya.
Melalui program ini, perusahaan setidaknya membidik 2 persoalan atau mengombinasikan penetrasi asuransi dengan kegiatan sosial perusahaan (CSR) dimana pertama adalah menjangkau kelompok emerging consumers masih belum menjadikan asuransi sebagai kebutuhan yang penting.
“Hal ini sejalan dengan tujuan kami untuk memberikan perlindungan ke lebih banyak orang di Indonesia (to insure more people), tidak hanya fokus pada pertumbuhan premi saja,” tambah Joos seperti dikutip dari keterangan rilisnya.
Di sisi lain, Allianz juga membantu persoalan dimana kenyataan bahwa sekitar 65 juta ton sampah yang dihasilkan di Indonesia setiap harinya, hanya 7 persen yang didaur ulang, sementara 69 persen berakhir di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Padahal sampah yang dihasilkan tersebut bisa memberikan nilai ekonomis untuk kita, jika dipilah dan dikelola dengan benar.
Sementara terkait perayaan Hari Asuransi kali ini, ia mengapresiasi para asosiasi dan pihak Otoritas Jasa Keuangan untuk mengambil inisiatif kegiatan perayaan untuk lebih menyadarkan masyarakat tentang kesadaran berasuransi, literasi serta inklusi keuangan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan