Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Bisnis Kakao di Indonesia Hadapi Tantangan Cukup Serius
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bisnis kakao di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup serius, mengingat produksi biji kakao yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan pabrik pengolahan kakao yang saat ini baru mencapai 55% dari kapasitas terpasang di industri.
[pilihan-redaksi]
Hal ini menjadi dasar pemikiran dan upaya bersama guna melakukan review terhadap seluruh bagian di dalam rantai suplai dari kebun ke Pabrik dan dari Pabrik ke pembeli. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang saat ini dirasa terjadi diskoneksi sehingga menyulitkan menentukan strategi dan kerangka kerja bersama antara kebun dan Industri.
Hal itu disampaikan, Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (ASKINDO), Arie Nauvel Iskandar di Denpasar, Rabu (13/11/2019).
"Permintaan Kakao cenderung dari dalam negeri, jika dilihat dari kapasitas terpasang pabrik misalnya, pabrik hanya mampu memproduksi 800 ribu ton per tahun. Sedangkan jika dilihat total jumlah pabrik di Indonesia hanya mampu menyerap 55% dari kapasitas tersebut, itupun sudah termasuk impor," jelasnya.
Dikatakan indonesia sebenarnya masih memiliki potensi besar jika dilihat dari kapasitasnya yang dinilai terbesar di dunia, tetapi berbeda jika dilihat dari sisi pengolahan.
Dia menambahkan, dengan mengurai permasalahan bisnis kakao secara holistik, tentu diharapkan bisa ditemukan jurang pemisah yang ada serta kebijakan apa yang dibutuhkan dalam upaya meningkatkan produktifitas biji maupun meningkatkan nilai tambah Industri Kakao tersebut.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli