Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Mantan Kepala BPN Badung Akui Terima Uang Rp 10 M dari Sudikerta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Badung, Tri Nugroho, memenuhi panggilan sebagai saksi di Pengadilan terkait perkara yang menjerat mantan Wagub Badung, I Ketut Sudikerta. Dalam sidang yang digelar Kamis (14/11) di ruang sidang Kartika PN Denpasar, Tri Nugroho dicercar pertanyaan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi SH.MH.
Diawali oleh Jaksa Lanang yang mempertanyakan soal uang Rp 10 miliar yang diterima oleh Tri Nugroho dari terdakwa Sudikerta. Namun hal itu dijawab singkat dengan menyebut jika uang sebesar itu adalah pinjaman yang ditelah diangsur pengembaliannya sebanyak dua kali dalam kurun waktu 5 bulan.
"Uang itu adalah pinjaman dan sudah saya kembalikan, ada kuitansinya juga," kata Tri di ruang sidang.
Mendengar jawaban itu jaksa menyinggung soal hasil pemeriksaan di Polda Bali jika disebut uang Rp 10 miliar itu adalah uang "fee" penjualan tanah oleh Sudikerta kepada pihak Maspion Grup.
Mendapat pertanyaan itu, Tri kembali menegaskan jika dalam percakapan telepon adalah "fee" tapi saat bertemu adalah pinjaman.
"Jadi itu pinjaman karena kan gak ada prestasi dari saya, saya hanya tanda tangan saja," paparnya.
Jaksa juga menanyakan soal apa ada pertemuan dengan Sudikerta? Tri menjawab kalau sempat diajak ke Surabaya bertemu pihak Maspion sebagai calon pembeli.
Kontak yang lain adalah ketika tanah sudah laku, Sudikerta telepon mengabarkan tanah sudah laku. "Saat itu Sudikerta mengatakan jadi pinjam uang? Lalu saya bilang oke saya pinjam pak," terangnya sambil mengatakan uang dipinjamkan tanpa jaminan dan unsur apapun.
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun