Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
"Shortcut" Singaraja-Mengwitani Diperkirakan Rampung Akhir Desember 2019
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja – Mengwitani tepatnya titik 5 dan 6 telah mencapai 97,26 persen. Capaian itu merupakan gabungan dari pembangunan di beberapa titik pekerjaan seperti pengerjaan jembatan mencapai 99,8 persen, pengerjaan jalan 95 persen, dan akan rampung sesuai dengan kontrak pada tanggal 31 Desember 2019 mendatang.
Demikian dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja – Mengwitani, Ketut Payun Astapa, saat ditemui di lokasi pengerjaan "Shortcut", Rabu 4 Desember 2019 sore.
Ketut Payun menambahkan, untuk pengerjaan jembatan tinggal merampungkan lampu marka jalan yang berada di pintu utara dan selatan jembatan, sedangkan untuk pengerjaan jalan tinggal merampungkan penyelesaian pengaspalan saja, menurutnya pengaspalan memakan waktu sedikit lebih lama disebabkan situasi cuaca yang tidak menentu, terkadang saat pengaspalan turun hujan. Lanjut Payun, tetapi meskipun demikian dirinya optimis akan merampungkan pembangunan jalan baru tersebut sesuai target perjanjian yaitu 31 Desember 2019 mendatang.
“Pertengahan Desember kita sudah bisa melaspas maupun mecaru di jembatan,” ungkapnya.
Lebih detail Ketut Payun menjelaskan, untuk proses pengerjaan pengaspalan harus dikerjakan sesuai dengan aturan, sesuai dengan prosedur pengaspalan ketebalan aspal harus betul-betul diperhatikan.
Menurutnya ada tiga lapis yang harus dilakukan, lapis pertama 8 cm ac bc, lapis keda 6 cm ac bc yang ketiga lapis permukaan yaitu 4 cm, dan yang terpenting tidak boleh terkena air karena apabila terkena air maka jalan yang diaspal tersebut akan sedikit bergelombang. Oleh sebab itu dirinya bersama tim yang berada di lapangan lebih mengutamakan pengerjaan pengaspalan untuk menghindari musim hujan.
“Kalau pengaspalan tidak boleh saat hujan, dan kalau hujan kita akan berhenti, kami fokus supaya bagus pekerjaan kami,” jelasnya.
Ketut Payun menambahkan, terkait dengan pemasangan rumput pada zona 1,3 dan 4 sebagian besar sudah tumbuh, tetapi ada beberapa kendala pada galian terakhir terdapat batu pada tebing, sehingga penanaman rumput pada area tersebut sedikit lebih lama. Di lereng – lereng terakhir itu ada batu, lanjut Payun, tetapi dengan metode hydroseeding menggunakan sabut kelapa berbentuk jaring yang ditempelkan pada batu dan ditambah tanah liat maka bibit rumput dengan mudah bisa ditanam dan tumbuh dengan baik pada lereng berbatu tersebut.
“Kami optimis di pertengahan bulan itu akan selesai,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan