Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Harga Sejumlah Bahan Pokok Mulai Merangkak Naik di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Harga sejumlah bahan pokok di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Karangasem menjelang hari raya Galungan mulai merangkak naik.
[pilihan-redaksi]
Kenaikan harga bahan pokok seperti beras dan beberapa jenis bumbu masakan mulai terjadi sejak dua minggu terakhir ini rata-rata naik di kisaran angka Rp.1.000 untuk per kilogram berasnya dan Rp.5 ribu untuk bumbu dapur seperti cabai, bawang merah dan bawang putih.
"Ya hampir semuanya naik, mulai sekitar dua minggu lalu," kata Made Sudi salah seorang pedagang di Pasar Amlapura Timur ketika diwawancara, Senin (13/01/2020).
Menurut wanita asal Banjar Susuan, Karangasem ini, kenaikan harga cukup signifikan terjadi pada jenis bumbu masakan seperti cabai dan bawang. Dalam dua minggu terakhir, harga cabai terus merangkak naik, semula dari harga terendah Rp.30 ribu per kilogram ya kini sudah di angka Rp.60 ribu per kilogramnya.
Selain itu, harga Bawang merah dan Bawang putih juga ikut naik, hanya saja kenaikan harganya hanya di kisaran seribu rupiah saja, sedangkan untuk beras dari semula harganya Rp. 11 ribu per kilonya menjadi Rp. 12 ribu per kilogramnya.
Kenaikan sejumlah bahan pokok ini juga diprediksi akan terus terjadi, disamping karena cuaca kondisi ini juga diperkirakan menjelang hari raya besar yaitu Galungan dan Kuningan yang dilanjutkan dengan hari raya Nyepi.
"Memang biasanya menjelang hari raya ini harga kebutuhan pokok akan terus merangkak naik disamping karena faktor cuaca," ujarnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan