Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Lecehkan Sulinggih, Puskor Hindunesia Laporkan AWK ke Polda Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pusat Koordinasi Hindu Indonesia, Selasa (21/1/2020) melaporkan warga yang juga senator Bali Arya Wedakarna ke Polda Bali atas laporan melecehkan dan menghina sulinggih atau pendeta Hindu.
"PuskorHindunesia hari ini melaporkan kasus pelecehan dan penghinaan sulinggih yang dilakukan Arya Wedakarna saat darmawacana 22 Desember 2019 lalu. Kami tekankan bahwa kami selaku umat Hindu sangat merasa dilecehkan oleh ucapannya, dimana dia yang mengaku tokoh Hindu tapi malah menyumpah sulinggih agar cepat mati atau madak pang enggal mati," ujar pelapor yang juga Ketua Puskor Hindunesia, Ida Bagus Susena, saat ditemui di Polda Bali.
Menurutnya ini sudah merupakan pelecehan simbol Hindu karena sulinggih juga merupakan simbol Hindu yang disucikan.
"Dia (AWK) harusnya ikut menjaga kesucian para sulinggih, tapi dia (AWK) yang mengaku tokoh ternyata tidak memiliki etika dan tidak memiliki kewarasan. Orang Hindu dalam berucap berkata harus menjaga etika. Etika dan susila itu wajib jadi pedoman. Ketika ini dilecehkan, kita komponen Hindu bergerak,"ujar Susena.
Terkait pernyataannya tentang gelar "Surya" dan penghinaan sulinggih di Bali yang menjadi polemik dan dianggap memprovokasi, Arya Wedakarna (AWK) sebelumnya telah memberikan klarifikasi.
"Terus terang saja perbedaan pandangan antara Sarwa Sedaka dan Tri Sedaka itu masih ada, dan rakyat kecil masih takut menyuarakan. Sebagai Ksatria tentu harus membela para Sulinggihnya, termasuk mensejajarkan kesulinggihan di semua tingkatan," sebutnya saat memberi klarifikasi kepada Beritabali.com.
Tri Sedaka adalah pendeta Hindu dari Warga Brahmana Siwa (Pedanda Siwa), Warga Brahmana Bhoda (Pedanda Bhoda) serta dari Warga Bhujangga Waisnawa (Jero Gede). Sementara Sarwa Sedaka, yaitu pandita atau pendeta Hindu dari berbagai kelompok warga yang ada di Bali Terkait polemik penyebutan "Surya" untuk kelompok tertentu di Bali, menurutnya, penyebutan "Surya" adalah hanya untuk para Dwijati, bukan untuk Walaka (warga biasa), karena di Hindu hanya dikenal dengan sistem "Warna".
"Bagi kami gelar "Surya" itu khusus bagi Brahmana Embas apapun sorohnya," ujarnya.
Secara internal sebagai Penglingsir Tegeh Kori, pihaknya selalu menyebut para Pandita sulinggih dengan Surya.
"Jadi jelas gelar “Surya” bukan monopoli satu kelompok. Intinya tidak boleh ada yang memonopoli kebenaran di Bali," tandasnya.
Pernyataan Wedakarna yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat tersebut disampaikan saat ia diundang oleh Griya Bhujangga untuk memberi Dharma Wacana dan itu disampaikan di hadapan para pemangku Hindu se-Bali.
Apa yang disampaikan, menurut Senator Bali kontroversial ini, dinilai sebagai sesuatu yang biasa saja dan apa adanya. Ia menegaskan memang ada yang perlu diluruskan agar tidak ada persepsi yang keliru terhadap posisi kesulinggihan di Bali.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3774 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang