Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dampak Virus Corona, Jumlah Korban Meninggal Kini Capai 213 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hingga Jumat (31/1/2020) waktu setempat dilaporkan, Korban kematian akibat wabah virus corona di China telah mencapai 213 orang, dengan hampir 2.000 kasus baru terkonfirmasi, demikian kata Komisi Kesehatan Nasional China.
[pilihan-redaksi]
Dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat, dalam laporan hariannya, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan 43 kematian baru telah terjadi sebagai akibat dari virus corona. Di mana 42 korban tewas itu ada di Provinsi Hubei daerah pertama kali muncul virus corona.
Angka-angka baru datang beberapa jam setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan 'darurat global' atas patogen mematikan, yang telah menyebar ke sejumlah negara di seluruh dunia.
Komisi kesehatan untuk Hubei, mengatakan pada hari Jumat bahwa kematian di provinsi itu dari penyakit ini telah meningkat 42 menjadi 204 hinga 30 Januari. Ada 1.220 kasus lebih terdeteksi di Hubei, dengan total menjadi 5.806, katanya.
Angka-angka terbaru menunjukkan bahwa jumlah kematian harian terus bertambah tajam, meskipun langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya diberlakukan di Hubei seminggu yang lalu.
Pada hari Kamis, para pejabat kesehatan Cina melaporkan total 38 kematian secara nasional, semuanya kecuali satu dari mereka di Hubei. WHO awalnya meremehkan ancaman yang ditimbulkan oleh penyakit ini, tetapi merevisi penilaian risikonya setelah pembicaraan krisis pada hari Kamis.
"Kita semua harus bertindak bersama sekarang untuk membatasi penyebaran lebih lanjut. Kita hanya bisa menghentikannya bersama," kata ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pengarahan di Jenewa.
Namun Tedros mengatakan pembatasan perjalanan dan perdagangan dengan China tidak perlu dilakukan untuk membendung penyebaran virus corona itu.
Sementara sudah banyak negara telah mendesak warganya untuk tidak mengunjungi China. Bahkan beberapa negara telah melarang masuk para pelancong dari kota Wuhan di China tengah, tempat virus itu pertama kali muncul.
Virus ini mirip dengan patogen Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS). Wabah itu juga dimulai di China dan akhirnya membunuh hampir 800 orang di seluruh dunia pada 2002-2003.
Sumber: Suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan