Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Pedagang Perlengkapan Penjor Laris Manis Jelang Galungan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Jelang Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu 19 Februari 2020 mendatang, pedagang perlengkapan sarana upakara mulai kebanjiran pembeli.
[pilihan-redaksi]
Seperti pemandangan pagi ini, Sabtu (15/02/2020) di jalur sekitar Tugu Pahlawan Amlapura, terlihat pembeli silih berganti datang membeli perlengkapan untuk membuat penjor, seperi ambu, bakang–bakang, tamiang dan yang lainnya.
Menurut Nengah Simpen salah seorang pedagang perlengkapan penjor yang berjualan di jalur tersebut, sejak pagi pelanggan yang membeli perlengkapan untuk membuat penjor Galungan memang cukup ramai.
Untuk satu paket perlengkapan penjor termasuk bambunya dijual dengan harga Rp.225 ribu. Dengan harga tersebut pembeli sudah menperoleh semua bahan penjor dimulai dari bamboo, ambu, bakang–bakang, lampion, padi, sampyan, ubag–abing, sanggah penjornya dan ongkara.
“Untuk satu paket penjor plus bambu dan sanggahnya kita jual Rp,225 ribu, tetapi kita juga jual ecer disini,” terang Nyoman Simpen saat ditemui media ini.
Tidak hanya paketan penjor, beberapa bahan juga dijual secara eceran, untuk bakang–bakang per 5 meternya dijual dengan harga Rp. 20 ribu. Bambu dijual 25 ribu perbatang, selain itu ada juga sampyan dijual dengan harga Rp. Rp 25 ribu, lampyon (Janur) Rp. 30 ribu dan tamyang Rp. 3 ribu perbijinya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5375 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3447 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2277 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1063 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan