Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pura Pucak Bukit Sangkur Kembali Kemalingan, Ini Benda Sakral yang Dicuri
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pratima di Pura Pucak Bukit Sangkur Banjar Kembangmerta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan hilang dibawa maling. Akibatnya sejumlah arca dan barang berharga raib. Peristiwa itu baru diketahui setelah Jero Mangku mengantar umat yang hendak nangkil pada, Senin (20/4) siang.
[pilihan-redaksi]
Rupanya kemalingan di Pura Pucak Bukit Sangkur sudah ketiganya kalinya. Sejumlah arca yang hilang tersebut adalah arca Bhatara Bayu berupa topeng Hanoman yang berisi mirah dan emas, perlengkapan Ida Pedanda saat muput upacara antara lain, ketu, genta, jotir dan wadah tirta dari kuningan. Arca berbentuk linggayoni, pis bolong sebanyak 3.000 kepeng, genta uter, bunga mas dan dua kota sesari.
Bahkan sejumlah barang bukti sebagai tempat menyimpan arca didapati berserakan di luar pura atau hutan yang berjarak sekitar 5 meter. Dalam pencurian ini maling merusak dua pelinggih. Masing-masing, Pelinggih Siwa Budha yang ada di bawah pura, dan Gedong Penegtegan meru tumpeng telu.
Informasi yang dihimpun, peristiwa kemalingan di tengah pandemi Corona ini diketahui setelah Jero Mangku I Wayan Darma Senin siang sekitar pukul 12.00 WITA hendak mengantar umat yang sedang nangkil.
Setibanya di Pura Jero Mangku Darma dikejutkan Pelinggih Siwa Budha yang ada dibawah pura dirusak. Dia pun langsung melaporkan ke Bendesa Adat Banjar Kembangmerta dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Baturiti.
Sesaat kemudian datang unit Reksrim Polsek Baturiti untuk melakukan olah TKP. Dan dari hasil olah TKP bahwa maling mengambil pratima dengan cara merusak gembok pelinggih dengan linggis. Akibatnya Pengempon pura krama adat Banjar Kembangmerta dan Banjar Adat Antapan mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.
Kapolsek Baturiti Kompol I Nengah Sudiarta mengatakan saat ini pelaku tengah lidik. Berdasarkan olah TKP pelaku belum bisa diprediksi.
“Kita tengah lidik, memang ada sejumlah tempat arca didapati berserakan atau dibuang diluar pura,” ungkapnya, Selasa (21/4).
Diterangkan kemalingan diktetahui setelah Jero Mangku setempat mengantar umat sedang tangkil. Namun sampai di lokasi sebuah pelinggih didapati dalam keadaan berserakan dan kemudian dilaporkan ke Polsek Baturiti.
“Begitu kami mendapat laporan, langsung ke lokasi kejadian dan dari hasil olah TKP maling rusak gembok pelinggih dengan linggis karena ada kerusakan,” ujar Kompol Sudiarta.
Dia pun menegaskan saat ini pelaku tengah lidik untuk bisa segera mengungkap.
“Kita tegaskan sekarang pelaku tengah lidik, sejumlah saksi sudah kita mintai keterangan,” ujarnya.
Sementara itu Bendesa Desa Adat Kembangmerta I Nyoman Widastra mengakui bahwa terjadi pencurian di Pura Pucak Bukit Sangkur. Sejumlah arca dan barang berharga raib digondol maling. “Ada juga pis bolong yang dicuri sebanyak 3.000 kepeng,” ujarnya.
Pasca kejadian tersebut krama Desa Adat Kembangmerta rencananya menggelar upacara ngemargiang tebasan yang memiliki fungsi untuk mengembalikan kesucian pura. Upacara akan digelar Rabu (22/4) sekitar pukul 08.00 WITA.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan