Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
188 ABK Asal Bali di KM Carnival Splendor Merasa "Diping-pong"
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Memasuki hari kedua setelah terombang-ambing di perairan Karangasem Bali, Kapal Motor (KM) Carnival Splendor bermuatan 327 crew Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang 188 diantaranya warga Bali, belum diperbolehkan masuk ke wilayah Pelabuhan Benoa, Bali.
[pilihan-redaksi]
Kondisi ini semakin runyam setelah kapal berbendera Panama itu diminta oleh Gugus Nasional Pusat agar bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sudah barang tentu para crew kapal menolak masuk ke Jakarta yang saat ini masuk zona merah wabah virus covid-19.
"Kami sebenarnya menolak diturunkan di Tanjung Priok Jakarta karena disana sudah masuk zona merah covid-19. Tapi kami gak bisa berbuat apa-apa karena ini sudah perintah dari Gugus Pusat. Posisi kami saat ini sudah berada di perairan Jawa Timur menuju Jakarta," beber salah seorang crew kapal, I Nengah Satwika, Sabtu (25/4/2020).
Diceritakannya, tadi pagi kapal tersebut sedianya sudah bertolak ke Tanjung Priok Jakarta atas perintah Gugus Pusat Nasional. Tapi setelah berada di tengah laut, seorang pejabat asal Bali memerintahkan kapal untuk kembali balik ke Benoa.
"Tapi ternyata setelah balik ke Benoa, kapal tetap tidak bisa masuk ke pelabuhan. Akhirnya kami terpaksa balik lagi ke Jakarta," ujarnya.
Satwika mengatakan seluruh crew kapal sangat kecewa dengan pemerintah Bali yang tidak bisa mengeluarkan kebijakan agar kapal bisa bersandar di Benoa. Padahal di kapal terdapat 188 warga Bali yang ingin pulang ke kampung halamannya.
Untuk itu mereka pun menyampaikan surat terbuka dan petisi bersama yang ditujukan ke Presiden Jokowi, Gubernur Bali dan Gugus Nasional Pusat Penanggulangan Covid-19. Di Surat Terbuka itu para crew memohon agar bisa diturunkan di Benoa Bali.
Ini Surat Terbuka tersebut:

Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan