Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
Bupati Eka Belum Setuju Wacana "New Normal" Pariwisata
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti belum setuju penerapan 'new normal' pada bidang pariwisata karena wilayahnya belum siap untuk pola pariwisata baru pasca Covid-19.
[pilihan-redaksi]
“Saya belum melihat alasan pasti. Jika dibuka dan membahayakan untuk apa,” katanya, Selasa, 26 Mei 2020.
Bupati Eka menilai, belum ada jaminan jika wisatawan yang datang negatif Covid-19. Ia menyebutkan, banyak kasus positif Covid-19 yang sebelumnya negatif.
Bupati perempuan pertama di Tabanan itu khawatir, jika nantinya muncul klaster baru Covid-19 saat obyek wisata Tanah Lot atau Ulun Danu dibuka.
“Saya tidak mau mempertaruhkan masyarakat,” ujarnya.
Wacana new normal yang akan diterapkan di Bali salah satunya mengacu pada tingkat kesembuhan Covid-19 di Bali mencapai 71,5 persen.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Bali, Dewa Made Indra, dalam keterangan pers pada Senin petang (18/5) menyebutkan tingkat kesembuhan infeksi virus Corona di Bali terus meningkat.
Selain itu, Dewa Indra menyebutkan, pemerintah pusat menginginkan Bali daerah pertama yang menjalankan kehidupan normal. Namun, hal tersebut masih ditunda karena tingginya kasus transmisi Covid-19 lokal.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4602 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2063 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1103 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun