Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Skema WFO, Setiap OPD di Buleleng Bentuk Tim Penanganan Covid-19
BERITABALI.COM, BULELENG.
Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Buleleng bersiap untuk menerapkan skema Work From Office (WFO) atau bekerja dari kantor sesuai dengan surat edaran Bupati Buleleng. Guna menerapkan WFO, OPD membentuk tim penanganan Covid-19 di masing-masing kantor.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat ditemui usai memimpin rapat koordinasi sosialisasi penerapan sistem kerja ASN yang terbaru dengan para pimpinan OPD secara virtual, Kamis (4/6).
Gede Suyasa menjelaskan OPD membentuk Tim Penanganan Covid-19 di masing-masing kantor. Nantinya, tim ini yang akan menilai siapa-siapa yang bisa melakukan WFO. Siapa yang boleh datang ke kantor, siapa yang tidak atau work from home (WFH). Tim ini akan berada khusus di dinas atau badan masing-masing.
“Pengaturan para aparatur sipil negara (ASN) ini menjadi domain dari Tim Penanganan Covid-19 masing-masing dinas atau badan,” jelasnya.
Oleh karena itu, WFH akan berjalan beriringan dengan WFO. Pertimbangan yang dipakai oleh Tim Penanganan Covid-19 masing-masing OPD salah satunya adalah faktor lingkungan. Di samping juga kondisi kesehatan dan riwayat perjalanan. Lingkungan yang dimaksud adalah tempat tinggal dan tetangga-tetangga di sekitar tempat tinggal. Kalau misalnya ada tetangga ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19, tentu diinstruksikan untuk menjalankan WFH dulu.
“Jangan dulu ngantor. Mulai besok para pimpinan OPD bisa memperkenankan stafnya untuk bekerja dari kantor. Termasuk ada yang ditugaskan di rumah karena pertimbangan-pertimbangan tertentu,” ujar Gede Suyasa.
Gede Suyasa menambahkan dengan adanya WFH ini, secara kualitas dan kuantitas kinerja diakui sangat berpengaruh. Dalam situasi kedaruratan, tidak akan memiliki output yang berkualitas secara optimal. Ini dikarenakan waktu kerja saat di rumah. Sistem yang digunakan juga baru.
Suasana psikologi semua masyarakat termasuk ASN sedang menghadapi ketakutan dengan kekhawatiran merebaknya Covid-19. Juga situasi ekonomi yang tertekan saat ini.
“Oleh karena itu, tentunya dari segi kualitas dan kuantitas sangat berpengaruh. Pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan ASN juga dimaksimalkan,” tutupnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 660 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 623 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 380 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 322 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun