Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




YLKI Sebut Semua Klaim Obat Covid-19 Menipu Konsumen

Kamis, 3 September 2020, 17:15 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/net

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengkritisi fenomena klaim penemuan obat anti virus Covid-19. Bahkan, dia menyebut semua klaim baik kalung ecalyptus maupun serum anti Covid-19 sebagai bentuk penipuan terhadap konsumen.

"Semua klaim obat Covid-19, menipu konsumen. Termasuk kalung ecalyptus oleh Kementerian Pertanian dan serum anti Covid-19 oleh yang mengaku profesor itu (Hadi Pranoto) dan Universitas Airlangga (UNAIR)," tegas dia dalam peringatan puncak Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020 di Jakarta, Kamis (3/9) dikutip dari liputan6.com dari merdeka.com.

Menurutnya di tengah peningkatan jumlah pasien positif Covid-19, sebaiknya seluruh pihak tidak meresahkan masyarakat atas klaim berbagai jenis obat penawar yang belum teruji manfaatnya secara ilmiah. "Mengingat untuk sementara ini belum ada obat ataupun vaksin penawarnya (Covid-19)," jelas Tulus.

Terkait maraknya klaim obat penawar virus mematikan asal Wuhan ini, dia menduga sejumlah pihak memanfaatkan tekanan psikologis yang dirasakan oleh masyarakat.

"Dimana saat masyarakat panik, akan menjadi peluang bagi produsen untuk memasarkan obat anti Covid-19 yang belum teruji ini," imbuh dia.

Maka dari itu, YLKI selaku lembaga perlindungan konsumen berupaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat atas penanganan pandemi Covid-19. Diantaranya menggelar webinar dan jumpa pers dengan multi stakeholder untuk edukasi terkait pandemi Covid-19.

"YLKI juga telah melayangkan surat permintaan terhadap kementerian/lembaga pemerintah dan instansi terkait (UNAIR) untuk tidak gegabah dalam mengeluarkan temuan obat Covid-19," imbuh dia.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami