Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kisah Penculikan Gubernur Sutedja, 1966 (4): Stigma PKI Membuat Hak Ahli Waris Diabaikan Negara
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah diculik empat pria berseragam TNI AD, upaya pencarian lebih diintensifkan. Setelah tahun 1970, sebagai anggota TNI AD, Anak Agung Gde Agung, putra sulung Gubernur Bali Sutedja, dimutasi dari Irian Jaya ke Jakarta.
Kesempatan bertugas di Jakarta digunakan AA Gde Agung untuk menggali informasi lebih banyak terkait keberadaan ayahnya, AA Bagus Sutedja. Tapi jawaban Menteri Dalam Negeri Basuki Rachmat dan Kepala Skrining Nasional Gatot Subroto selalu tidak memuaskan.
Akhirnya tahun 1970, AA Istri Ngurah Sunitri, istri Gubernur Sutedja, memutuskan pulang ke Puri Agung Negara Djembrana di Bali.
Tapi situasi sudah sangat berubah. Sebagian besar bangunan Puri Agung Negara Djembrana, dalam keadaan berantakan. Puri Agung Negara Djembrana menjadi salah satu sasaran amuk massa anti Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dimotori I Nyoman Mantik dan Shri Wedastra Sujasa, periode 1965-1966.
Baca juga:
Kisah Penculikan Gubernur Sutedja, 1966 (3): Diculik Saat Presiden Soekarno Jadi Tahanan Rumah
Keluarga besar Gubernur Bali AA Bagus Sutedja di Negara Jembrana, dituding secara sepihak oleh sejumlah pihak terkait dengan PKI. Stigma PKI telah membuat hak ahli waris Gubernur Bali AA Bagus Sutedja sebagai pejabat negara diabaikan oleh pemerintah.
Semenjak dinyatakan hilang mulai 29 Juli 1966 di Jakarta, hingga AA Istri Ngurah Sunitri meninggal dunia di Puri Agung Negara Djembrana Bali pada 24 November 2010 dalam usia 85 tahun, pihak ahli waris sudah tidak pernah lagi menerima gaji dan uang pensiun.
Baca juga:
Kisah Penculikan Gubernur Sutedja, 1966 (5-habis): Tidak Ditemukan Fakta Hukum Terlibat PKI
Upaya pihak keluarga mengirim surat kepada Presiden Suharto dan Ketua Komnas HAM Munawir Sadzali di era Orde Baru, era Presiden Habibie, Megawati, hingga terakhir Presiden SBY untuk mempertanyakan hak gaji, pensiun, dan status kehilangan Gubernur Bali AA Bagus Sutedja, tidak membuahkan hasil, Seperti ditulis dalam buku "Kisah Penculikan Gubernur Bali, Sutedja, 1966" yang ditulis oleh Aju.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan