Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tembok Rumah Warga Gianyar Roboh, Sempat Menimbun Sepeda Motor
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Semalaman diguyur hujan, tembok penyengker rumah I Wayan Turun warga Lingkungan Kaja Kauh, Kelurahan Beng, Gianyar roboh, Senin (12/10).
Tembok tersebut diperkirakan tidak bisa menahan beban tanah yang teksturnya memang labil. Sebuah pelinggih pengijeng karang ikut roboh dan menimpa satu unit sepeda motor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Ngakan Dharma Jati menjelaskan penyebab kejadian tersebut adalah hujan yang lebat.
Robohnya penyengker pekarangan milik I Wayan Turun di Lingkungan Kaja Kauh, Kelurahan Beng itu membuat jalan desa setempat tertutup sementara.
“Untuk penanganannya kami berkoordinasi dengan Dinas PU Gianyar, dan mengerahkan tenaga BPBD sebanyak empat orang,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Lurah Beng, Putu Pradana. Ia membenarkan musibah tersebut, selain pengijeng karang yang menjadi korban adalah korban satu unit motor matic.
“Iya betul, lokasinya di Kaja Kauh, Beng, korban 1 motor matic dan lokasinya di rumah milik I Wayan Turun,” ujarnya.
Sementara itu, kakak Wayan Turun yakni Nyoman Arsa mengaku kaget atas musibah tembok penyengkernya yang roboh. Padahal, tembok tersebut belum genap setahun diperbaiki. "Baru ini disengker," ujarnya.
Namun diakui, tanah pada sisi timur tembok memang labil. Menurut Nyoman Arsa, kejadian robohnya tembok diketahui sekitar pukul 02.00 WITA dini hari.
"Ipar saya dengar suara gemuruh. Saat semua bangun, tembok sudah roboh. Saat itu masih hujan," jelasnya.
Tak banyak yang bisa dilakukan saat tembok roboh. Sehingga pagi harinya, material tanah sudah menutupi akses jalan. "Pas roboh, kebetulan ada sepeda motor Honda Vario yang parkir di bawah. Jadi sempat tertimbun. Sekarang masih di bengkel," jelasnya.
Pasca kejadian, tembok roboh belum sepenuhnya bisa dibersihkan. "Diutamakan pembersihan tanah yang menutup akses jalan. Batako, batu yang masih bisa dipakai kita kumpulkan saja dulu," ujarnya. Tidak saja tembok, pelinggih yang roboh juga termasuk baru dibangun.
"Baru sekitar 6 bulan dibangun pelinggih. Pelinggih pengijeng karang," jelasnya. Tembok penyengker yang roboh berbentuk menyiku. "Sisi selatan ada sekitar 6 meter. Sisi barat ada sepanjang 10 meter yang roboh, ketinggian sekitar 5 meter," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan