Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
BI Prediksi Pemulihan Ekonomi Bali Berlanjut di Triwulan IV
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Triwulan III 2020 perekonomian Bali mulai menunjukkan pemulihan tercermin pada pertumbuhan sebesar 1,66% (qtq) atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan lalu sebesar -7,24% (qtq).
Hal ini terlihat dari kenaikan nilai PDRB dari Rp 35,84 triliun di Q2 menjadi Rp 36,44 trilyun di Q3 2020. Perbaikan ini seiring dengan implementasi strategi pemulihan ekonomi yaitu penerapan tatanan kehidupan baru (program Clean Healthy Safety and Environment) khususnya di sektor pariwisata.
Dari 17 lapangan usaha, 11 diantaranya tercatat tumbuh positif dimana tiga pertumbuhan tertinggi dialami lapangan usaha Jasa Pendidikan yang tumbuh sebesar 3,98% (qtq), diikuti sektor jasa lainnya yang tumbuh sebesar 3,86% (qtq), dan informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 3,78% (qtq).
"Sejalan dengan mulai dibukanya wisatawan domestik, lapangan usaha penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Transportasi dan Industri Pengolahan juga mencatat pertumbuhan positif masing-masing sebesar 3,41% (qtq), 3,64% (qtq) dan 3,4% (qtq)," jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali,Trisno Nugroho, Jumat (6/11) di Renon, Kota Denpasar.
Dari sisi penggunaan, perbaikan terjadi pada komponen Konsumsi Pemerintah (21,76% qtq), Ekspor Luar Negeri (11,17% qtq), dan Investasi (32,68% qtq). Sedangkan Konsumsi Rumah Tangga masih tumbuh terbatas (1,87% qtq). Sementara itu, jika dilihat secara pertumbuhan tahunan (yoy), Bali masih mengalami kontraksi sebesar -12.28% lebih rendah dari Q2 sebesar -11.02%.
"Hal ini mengindikasikan bahwa, meskipun secara level terjadi peningkatan dibanding Q2 2020, nilai PDRB Bali di Q3 2020 ini masih jauh di bawah nilai PDRB di Q3 2019," sebutnya.
Pemulihan akan berlanjut pada triwulan IV 2020, seiring dengan perkiraan membaiknya kondisi pariwisata, khususnya wisatawan domestik (wisdom). Hal ini terkonfirmasi dari leading indicator jumlah kedatangan penumpang domestik di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai yang tercatat sebesar 121.937 orang pada Oktober 2020, atau tumbuh 32,77% (mtm).
Optimisme pemulihan ini juga terkonfirmasi dari pengolahan big data google trends yang mencerminkan bahwa minat wisdom dan wisman ke Bali sangat besar, dimana pencarian travel di Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia maupun destinasi wisata lainnya di kawasan Asia.
"Peluang ini harus dioptimalkan, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, sehingga pemulihan aspek ekonomi dan kesehatan dapat berjalan secara pararel," ucapnya.
Guna mempercepat pemulihan, penerapan teknologi dan digitalisasi merupakan sebuah keharusan di era tatanan kehidupan baru. Adanya kebiasaan baru dan awareness terhadap penularan wabah COVID-19, memaksa konsumen (dan juga produsen) untuk cenderung menggunakan teknologi dalam kesehariannya.
Dia menambahkan, saat terjadinya PSBB, industri e-Commerce menjadi tulang punggung bagi aktivitas perdagangan di sektor riil agar tetap hidup.Pelaku bisnis sebaiknya mengubah pola pikir untuk lebih mempertimbangkan aktivitas bisnis secara on line.
"Secara bertahap, sektor informal maupun pedagang di pasar tradisional juga akan dapat beralih ke arah teknologi digital pada industri e-Commerce, " tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2956 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun