Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Proses Evakuasi 13 Mahasiswa Terjebak Air Laut Pasang di Pantai Suluban
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebanyak 13 mahasiswa terjebak air laut pasang di Pantai Suluban Uluwatu, Kuta Selatan, Badung.
Kejadian tersebut berawal ketika para mahasiswa Warmadewa berlibur di pantai pada hari Sabtu (14/11/2020) sekitar pukul 16.00 WITA. Hingga pukul 19.30 WITA mereka tidak menyadari bahwa air laut sudah pasang dan seluruhnya terjebak.
Setelah setengah jam berselang, laporan atas peristiwa itu baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).
"Begitu laporan diterima, kami segera berangkatkan 8 orang personil menuju lokasi, sementara koordinasi juga dilakukan dengan pihak terkait lainnya," terang Gede Darmada S.E., M.AP., Kepala Kantor Basarnas Bali.
Kurang lebih pukul 21.45 WITA, tim rescue Basarnas Bali tiba di Pantai Suluban Uluwatu dan selanjutnya melaksanakan koordinasi dengan Balawista Badung Pos Labuan Sait.
Untuk bisa mengakses lokasi, tim SAR gabungan harus membungkuk melewati bebatuan, dikarenakan air sedang pasang tinggi. Melihat kondisi malam itu dan memastikan keselamatan seluruh korban, maka proses evakuasi menunggu air laut surut.
"Sudah dipastikan posisi 13 orang taget dalam keadaan aman, maka kami bicarakan dengan pihak keluarga serta tim lainnya, dan diputuskan upaya evakuasi menunggu air surut," pungkasnya.
Baru sekitar pukul 00.20 WITA air mulai surut dan akhirnya proses evakuasi berhasil dilakukan dengan kondisi seluruh korban dalam keadaan selamat, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Identitas 13 mahasiswa yang terjebak air laut pasang yakni bernana Anggi Ritania (P/19), Tri Permana (L/20), Putri Budiantari (P/20), Ayu Suciningsih (P/19), Dhea Shavira (P/19), Puspa Meitriyana (P/19), Nia Krisna (P/19), Anandita (P/19), Aprilia (P/19), Ayu (P/20), Tami (P/19), Bagus (L/19) dab Jaya (L/19).
Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Dit SAR Samapta Polsa Bali, Polsek Kuta Selatan, BPBD Badung, Babinsa Desa Pecatu, Babinkamtibmas Desa Pecatu, Balawista Badung, Pecalang Desa Pecatu, Indonesian Escorting Ambulance, pihak keluarga dan masyarakat setempat.
Darmada mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di alam bebas memperhatikan juga keselamatan.
"Jika lalai alam bisa membahayakan bagi manusia, kita harus bisa mengenali kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, saya sarankan untuk beraktivitas di alam bebas hindari waktu yang terlalu malam, karena jarak pandang semakin terbatas dan ada resiko di sana," tutup Darmada.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7065 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5618 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3522 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan