Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Basarnas Turunkan Pesawat Cari Nelayan yang Hilang Sepekan
BERITABALI.COM, NTB.
Memasuki hari ke-6 pencarian, Sabtu (5/12) Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram menggunakan pesawat dengan nomor registrasi PK-S208 untuk mencari Hidayat (27 tahun), seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan laut Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah sejak Minggu (30/11).
“Untuk hari keenam ini, kami juga melakukan pencarian melalui udara. Mencoba terbang sekitar 54 menit, tapi kami tidak bisa masuk ke area pencarian wilayah gerupuk. Hanya bisa melaksanakan pencarian di wilayah perairan bagian barat. Karena area pencarian di wilayah timur awannya terlalu rendah dan tebal," kata Kepala Basarnas Mataram Nanang Sigit PH, usai menerbangkan pesawat tipe Microlight di eks Bandara Selaparang, Mataram, Sabtu (5/12).
Sementara tim rescue Pos Siaga SAR Mandalika yang diterjunkan oleh Basarnas Mataram, masih tetap melakukan pencarian seperti hari-hari sebelumnya. Dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) 09 Mataram dan penyisiran di sepanjang pantai bersama potensi/unsur lainnya.
Hidayat adalah nelayan warga Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pemuda itu dilaporkan hilang di sekitar perairan laut Gerupuk, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dengan titik koordinat 08°57’55.61″S – 116°22’5.28″E.
Nelayan tersebut diduga tenggelam, setelah perahu beserta mesin yang masih hidup miliknya ditemukan oleh nelayan dari Batu Nampar, Kabupaten Lombok Timur. Lokasi penemuan tidak jauh dari tempat biasa korban mencari gurita.
“Hingga pukul 18.00 WITA, hasil pencarian melalui udara, penyisiran dari perairan, pesisir pantai dan pemapelan berita masih nihil. pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi,” ungkap Nanang Sigit.
Selain personel Basarnas Mataram, potensi SAR lainnya yang terlibat dalam pencarian korban adalah TNI, Polri, BPBD, Tagana, penyelam tradisional, nelayan, masyarakat setempat dan unsur lainnya. Cuaca saat ini cenderung ekstrim, seperti curah hujan dan gelombang yang cukup tinggi.
Berdasarkan hal tersebut Nanang kembali mengimbau kepada para nelayan ataupun yang mungkin hobi mancing. Agar lebih berhati-hati karena dengan kondisi seperti itu akan berpotensi terjadinya kecelakaan di laut.
“Kalau ingin melaut perhatikan cuaca, jika tidak memungkinkan di cancel (dibatalkan) saja atau menunggu cuaca lebih membaik. Selama melaksanakan kegiatan di perairan gunakan life jacket. Sehingga jika terjadi sesuatu masih ada kemungkinan untuk mengapung dan mudah untuk ditolong atau diselamatkan,” tutupnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan