Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Masuk Bali Wajib Tes PCR, BTB: Industri Mestinya Dilibatkan Lebih Awal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Bali Tourism Board (BTB) atau Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB Agung Partha Adnyana menanggapi soal kebijakan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 untuk wajib tes PCR dan Antigen H-2 menjelang keberangkatan wisatawan untuk masuk ke Bali .
Menurutnya, kebijakan tersebut dibutuhkan sebagai langkah preventif atau pencegahan penyebaran virus Covid-19 untuk persiapan sebelum Bali membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara.
"Karena ini mengikuti arahan pemerintah pusat, saya pikir pemprov Bali tidak bisa mengabaikan. Tujuannya baik sekali yaitu untuk menjaga sebagai jantung Pariwisata Indonesia," ungkapnya, Rabu (16/12/2020).
Kendati demikian, ia mengusulkan kedepannya agar industri pariwisata di Bali dilibatkan lebih awal sehingga bisa mengantisipasi. Ia tidak memungkiri hal ini dipastikan akan berdampak pada kunjungan wisatawan domestik di liburan akhir tahun.
Sebelumnya, akibat kewajiban tes PCR (Polymerase Chain Reaction), pariwisata Bali diperkirakan bisa merugi hingga Rp 967 miliar akibat pembatalan ratusan ribu tiket pesawat dan hotel.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebutkan, sudah ada 133 ribu tiket pesawat dan hotel yang dibatalkan oleh wisatawan dalam periode libur Natal dan Tahun Baru 2020-2021.
"Sampai dengan tadi malam, terjadi permintaan refund dari pembeli tiket itu sampai 133.000 pax. Ini meningkat 10 kali lipat dibandingkan kondisi normal kalau orang meminta refund," ujar dia dalam acara Penandatangan Nota Kesepahaman AirAsia dan PHRI, Rabu (16/12/2020).
Hariyadi menambahkan, efek domino dari pembatalan tiket tersebut juga dirasakan oleh Online Travel Agency (OTA). Dimana nilai transaksi yang terdampak adalah Rp 317 miliar. Kondisi ini akhirnya berdampak buruk pula bagi ekonomi Bali.
"Kalau kita hitung lagi dampaknya pada ekonomi Bali itu keluar angkanya Rp 967 miliar. Jadi memang angka-angka ini perlu kita perhatikan," kata Hariyadi.
Hariyadi juga berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan aspek-aspek lain sebelum membuat kebijakan. Misalnya aspek ekonomi, di mana hingga kuartal III ini, ekonomi Bali minus sampai 12,28 persen karena melewatkan momen libur pertengahan tahun dan nanti juga momen libur akhir tahun.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan