Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Meski Sering Berolahraga, Kelebihan Berat Badan Tetap Rugikan Jantung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan bisa berefek pada kesehatan jantung, bahkan ketika Anda aktif secara fisik. Artinya, penelitian menegaskan bahwa tidak ada istilah gemuk tapi sehat untuk jantung.
"Seseorang tidak bisa gemuk tapi sehat, menjadi sehat dengan aktif secara fisik tidak menghilangkan efek kesehatan yang merugikan akibat kelebihan lemak tubuh," kata penulis studi Dr. Alejandro Lucia dari European University, Madrid, Spanyol seperti yang dikutip dari Medicalxpress.
"Penemuan kami membantah anggapan bahwa gaya hidup aktif secara fisik dapat sepenuhnya meniadakan efek merusak dari kelebihan berat badan dan obesitas," imbuhnya.
Penelitian telah diterbitkan pada Journal of Preventive Cardiology dari jurnal European Society of Cardiology (ESC).
Melansir dari Medicalxpress, ada beberapa bukti bahwa kebugaran dapat mengurangi efek negatif dari kelebihan berat badan pada kesehatan jantung.
"Ini telah menyebabkan banyak orang memprioritaskan aktivitas fisik dan kebugaran daripada menurunkan berat badan. Studi kami berusaha untuk mengklarifikasi hubungan antara aktivitas, berat badan, dan kesehatan jantung," ujar Lucia.
Studi ini menggunakan data dari 527.662 pekerja dewasa di Spanyol. Usia rata-rata peserta adalah 42 tahun dan 32 persen di antaranya adalah perempuan. Dalam studi ini, kesehatan kardiovaskular ditentukan berdasarkan tiga faktor risiko utama serangan jantung dan stroke, yaitu diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Sekitar 42 persen peserta memiliki berat badan normal, 41 persen kelebihan berat badan, dan 18 persen mengalami obesitas. Mayoritas 63,5 persen peserta tidak aktif secara fisik, sedangkan 12,3 persen kurang aktif, dan 24,2 persen aktif secara teratur. Sekitar 30 persen memiliki kolesterol tinggi, 15 persen memiliki tekanan darah tinggi, dan 3 persen menderita diabetes.
Pada semua bobot, kemungkinan diabetes dan hipertensi menurun dengan meningkatnya aktivitas fisik. “Lebih banyak aktivitas lebih baik, jadi berjalan 30 menit per hari lebih baik daripada berjalan 15 menit sehari,” kata Lucia.
"Namun aktivitas fisik tampaknya tidak menggantikan efek negatif dari kelebihan berat badan pada masalah jantung," imbuhnya.
Lucia menyimpulkan bahwa memerangi obesitas dan ketidakaktivan secara fisik sama pentingnya.
"Penurunan berat badan harus tetap menjadi target utama kebijakan kesehatan bersama dengan cara gaya hidup aktif," papar Lucia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan