Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Cabai dan Daging Ayam Picu Inflasi di Bali Lebih Tinggi dari Nasional
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia atau BI Bali mencatat secara tahunan inflasi Bali pada Januari sebesar 1,02% (yoy) lebih rendah dibanding inflasi tahunan sebesar 1,55%.
Meskipun secara bulanan inflasi Bali lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional. Bank Indonesia mencatat pada bulan Januari 2021 Provinsi Bali kembali mencatat inflasi sebesar 0,79% (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 0,26% (mtm).
Inflasi di Januari terjadi terjadi karena, adanya peningkatan harga pada kelompok volatile food dan administered prices. Hal ini tercermin dari meningkatnya harga bahan makanan seperti cabai rawit dan daging ayam ras, serta harga yang diatur pemerintah seperti tarif angkutan udara serta rokok kretek filter.
Hal itu disampaikan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/2) di Denpasar.
"Meskipun demikian tekanan harga lebih mendalam tertahan dengan melandainya core inflation," jelasnya.
Selanjutnya untuk kelompok volatile food mengalami kenaikan harga sebesar 3,82% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatkan harga terlihat untuk komoditas cabai rawit, mangga, daging ayam ras, daging babi, dan tempe. Peningkatan harga komoditas hortikultura disebabkan oleh masih terbatasnya pasokan di awal tahun pasca libur Nataru.
"Kemudian, peningkatan harga daging babi juga masih disebabkan oleh turunnya jumlah ternak babi secara signifikan, diakibatkan oleh virus yang menyerang pada tahun 2020," paparnya.
Jika dilihat kelompok barang administered price mencatat peningkatan harga sebesar 0,50% (mtm). Peningkatan tekanan harga pada kelompok ini disebabkan oleh naiknya tarif angkutan udara, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan harga di Desember 2020.
Kelompok barang core inflation mencatat tekanan harga yang melandai, yaitu sebesar 0,17%. Menurunnya tekanan inflasi ini terjadi terutama pada harga tiket bioskop, sandal kulit pria, dan shampoo. Penurunan harga tiket bioskop sejalan dengan kembali dibukanya bioskop pasca penutupan di tahun 2020.
Selanjutnya harga shampoo dan sandal kulit pria menurun sejalan dengan penurunan pembelian oleh masyarakat. TPID Kabupaten/Kota dan Provinsi terus berupaya untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga di masyarakat, di antaranya, memastikan distribusi yang terjaga antar wilayah dan antar pulau.
Selain itu, TPID juga akan melakukan gerakan Lumbung Pangan untuk memastikan distribusi kepada seluruh lapisan masyarakat di Bali dan mendorong digitalisasi pada UMKM pertanian.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2450 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1937 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun