Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Maudy Koesnaedi Penasaran Nama Janda Bolong, Jawaban Warganet Bikin Lega
beritabali.com/ist/suara.com/Maudy Koesnaedi Penasaran Nama Janda Bolong, Jawaban Warganet Bikin Lega
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Artis Maudy Koesnaedi rupanya penasaran dengan pohon Janda Bolong. Bukan penasaran dengan bentuk dan warnanya yang indah, tapi mengapa diberi nama Janda Bolong, yang memiliki makna aneh dan rada menggelikan.
Pertanyaan itu disampaikan Maudy Koesnaedi di Twitter. "Kenapa sih harus Janda? Why kenapa?," tanya Maudy Koesnaedi.
Twit Maudy Koesnaedi pun mendapat banyak tanggapan dari warganet. Beruntung sejumlah twit balasan dari warganet cukup menjawab penasaran bintang film Losmen Bu Broto ini.
Seorang dengan akun @diavoloross0 menjelaskan bahwa nama Janda Bolong sebenarnya berasal dari bahasa Jawa.
Menurutnya, nama tersebut diambil dari "Ron" yang berarti daun dalam bahasa Jawa. Dan "do" yang berarti pada dalam bahasa Jawa. "Ron" dan "do" kalau digabungkan menjadi "Rondo" dan dalam bahasa Jawa berarti janda.
Sebenarnya, penulisannya adalah Ron Do Bolong yang bermakna "daun pada berlubang". Tapi entah mengapa, orang-orang memplesetkannya menjadi Janda Bolong. Dan justru nama ini yang kini menjadi populer.
Penjelasan dari @diavoloross0 pun akhirnya menjawab rasa penasaran Maudy Koesnaedi selama ini.
"Owh gitu ya sejarahnya...," kata MaudyKoesnaedi membalas twit @diavoloross0.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan