Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
2020 Diekspor 30 Ton, Pasar Eropa Hanya Mau Vanili Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bali kembali menjadi sorotan pasar ekspor Eropa karena mampu memberikan kualitas super untuk komoditas pertaniannya.
Setelah mampu memperluas pasar buah segarnya ke Belanda, kembali pasar Eropa mengungkap bahwa pasarnya hanya mau menerima vanili dari Bali.
Kepala Balai Karantina Denpasar, Terunanegara dalam keterangan Persnya turun langsung ke perkebunan vanili yang ada di Jembrana dengan luas kebun sekitar 100 hektar dengan anggota petani 110 orang, untuk meninjau langsung produksi vanili yang berpusat di kabupaten paling barat yang ada di Bali ini.
Di balik suksesnya menjaga kualitas vanilinya, Made Yudiana Ketua kelompok tani Bali Yeh Hembang Kauh, menuturkan bahwa dia tidak akan memetik vanilinya jika belum matang.
“Kami disini panen dengan sistem selektif polong bukan ruut/tandan, mana yang matang itu yang dipetik,” ungkap Yudiana saat memperlihat kebun vanilinya.
Pemetikan buah vanili dengan sistem panen selektif polong menjadikan vanili Bali dikagumi kualitasnya oleh pasar Eropa, yang mana selama ini banyak petani yang panen dengan sistem ruut/tandan.
“Memang lebih memakan waktu lama di masa panen, tapi ternyata hasil panen ini yang memberikan kualitas super yang dicari pasar mancanegara, dan kita bisa bersaing harga mahal,” tambahnya.
Terunanegara mengungkapkan fakta di lapangan, potensi vanili di Bali khususnya di Jembrana memberikan prospek yang sangat luar biasa untuk peningkatan ekspor nantinya. Hal ini terlihat dari program petani Bali “Satu petani seribu pohon vanili”.
Targetnya adalah seribu petani untuk seluruh Bali sehinggga bisa mengimbangi kebutuhan pasar mancanegara yang terus meningkat.
“Program satu petani seribu pohon sejalan dengan program gratieks yaitu sama-sama arahnya ke peningkatan ekspor, kerjasama petani dan karantina sangat penting,” Ujar Terunanegara di hadapan para petani vanili.
Selain peningkatan produksi dan kualitas, penambahan pasar juga mutlak dilakukan. Hal ini untuk menyeimbangkan antara produksi dan distribusi sehingga tidak ada penumpukan hasil panen yang nantinya bisa menjatuhkan harga.
Dari data Iqfast karantina Denpasar, di tahun 2020 ekspor vanili dari Bali untuk pasar USA dan Eropa mencapai 30 ton.
"Karantina akan mencarikan pasar-pasar baru sehingga petani tetap semangat berproduksi dan tahu kemana pemasarannya,” tambah Terunanegara.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan