Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 26 Juni 2026
Viral Remaja Mabuk Keroyok Pemotor Hingga Kejang-kejang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video sekelompok remaja menyerang seorang pengendara sepeda motor hingga kejang-kejang viral di sosial media.
Diduga, para remaja itu menyerang si pemotor dalam keadaan mabuk.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @memomedsos, tampak segerombol remaja yang mengeroyok seorang pemotor yang melintas.
Dengan masih mengenakan helm, pemotor itu digiring para remaja menuju ke pinggir jalan.
Namun tiba-tiba pemotor tersebut ambruk dan terkapar di jalan.
Gerombolan remaja yang diduga di bawah pengaruh minuman beralkohol itu lantas langsung melarikan diri begitu melihat pemotor itu terkapar dan kejang-kejang.
Seorang remaja sempat terduduk dengan sikap oleng sambil mengarahkan kepalan tangannya secara tak terarah ke tubuh si pemotor tersebut, tapi kemudian ia ditarik oleh salah seorang temannya dengan tergopoh-gopoh.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera mendatangi lokasi dugaan pengeroyokan yang diduga terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu.
Seorang ibu-ibu yang sedang menggendong anak pun turut menolong pemotor yang tergeletak tersebut.
Dari informasi yang beredar, pemotor itu lantas dilarikan ke rumah sakit.
Video pengeroyokan yang terekam CCTV itu pun viral dan menuai kecaman warganet.
"Mas yang jadi korban, semoga lekas sembuh. Nangis loh air mata ini lihat orang kejang-kejang begitu. Alfatihah buat kesembuhan kamu," tulis @nani********.
"Inilah sebabnya kenapa minuman beralkohol dilarang. Efeknya terhadap sekitar sangat berbahaya," komentar @anto**** memperingatkan.
"Haduh beban keluarga berulah, ditunggu video nangis-nangisnya," tulis @arid*****.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun