Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pastikan Harga Bahan Pokok Jelang Nyepi, Disdagperinkop UKM Buleleng Lakukan Pemantauan
beritabali.com/ist/Pastikan Harga Bahan Pokok Jelang Nyepi, Disdagperinkop UKM Buleleng Lakukan Pemantauan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menjelang Hari Raya Nyepi tahun 2021, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng, Bali melakukan pemantauan di pasar dan beberapa pasar ritel. Ini dilakukan untuk mengetahui harga bahan pokok menjelang hari raya.
Pemantauan dipimpin langsung oleh Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng Dewa Made Sudiarta, Selasa (9/3).
Sudiarta menjelaskan secara umum harga bahan pokok masih stabil. Hanya cabai yang masih berada di kisaran Rp90 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Jenis cabai tersebut adalah cabai rawit merah. Di minggu ini, harga cabai rawit merah tinggi harganya. Ini dikarenakan pasokannya masih terbatas.
“Karena masih mengandalkan pasokan dari Pulau Jawa,” jelasnya.
Kebanyakan cabai yang ada di pasar Buleleng merupakan cabai dari Jawa. Kenaikan harga disebabkan karena permintaan yang stabil namun pasokannya terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada harga cabai rawit.
“Sedangkan komoditas daging, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan gula pasir itu masih stabil,” ucap Sudiarta.
Mengenai barang-barang di toko ritel apakah ada temuan atau tidak, Sudiarta mengatakan telah melakukan pemantauan di empat toko ritel. Dari barang dalam kondisi kemasan terbungkus, tidak ada ditemukan kedaluwarsa. Untuk barang-barang yang masa kadaluarsanya sudah dekat, sudah diingatkan. Untuk alat timbangan elektronik yang digunakan oleh toko ritel tersebut, tahun 2020 sudah ditera.
“Sehingga nanti bulan November ditera ulang untuk tahun 2021,” katanya.
Sementara itu, tren kenaikan konsumsi jelang Hari Raya Nyepi relatif lebih stabil dibandingkan dengan jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Sehingga terhadap harga juga tidak terlalu berpengaruh seperti pada masa-masa menjelang lebaran atau sebelum galungan.
“Jadi ada peningkatan konsumsi. Tapi tidak signifikan pada saat menjelang Hari Raya Natal, Tahun Baru dan Lebaran. Apalagi sekarang dengan kondisi pandemi begini kan masyarakat kan juga harus selektif melakukan kegiatan belanja yang memang sangat diperlukan untuk konsumsi pokok,” pungkas Sudiarta.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan