Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ratusan Monyet Terancam Kelaparan di Sangeh
BERITABALI.COM, BADUNG.
Jika kondisi Pandemi tidak diketahui kapan akan berakhir, hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, karena kesulitan terkait biaya pakan monyet dan operasional.
“Sampai saat ini kebutuhan pakan monyet masih bisa kami atasi. Namun ini paling-paling bisa cukup untuk setahun saja," kata Manajer Operasional DTW Sangeh, Made Mohon, belum lama ini.
Hal tersebut disebabkan karena melihat kunjungan wisatawan benar-benar turun drastis. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut ke tahun berikutnya tentu akan menjadi masalah.
"Kami khawatir masalah biayanya nanti bagaimana,” ucapnya.
Dalam hal ini tentu menjaga kebutuhan pakan monyet perlu diperhatikan jangan sampai kurang. Jika monyet kurang makan, maka akan menjadi masalah karena bisa melakukan penyerangan terhadap pengunjung selain itu, monyet akan bersaing mencari makanan.
“Jika kondisi sudah seperti itu, monyet yang kalah bersaing bisa jadi keluar dari hutan dan bahkan menganggu ke rumah-rumah warga,” katanya.
Untuk anggaran makan moyet per bulan, sebutnya, total mencapai Rp 15 juta. Setiap hari, sekitar ratusan Kilogram ketela dan pisang disiapkan untuk 600 monyet.
“Dulu biaya pakan tidak terasa, karena omzetnya bisa menutupi. Sekarang sejak pandemi, terasa sekali pengeluarannya, apalagi omzet turun. Tahun ini kami pakai sisa dana kas tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Jika dilihat berdasarkan jumlah kunjungan sebelum Pandemi merebak kunjungan dalam sebulan berkisar 12 ribu hingga 15 ribu orang pengunjung. Dalam kondisi pandemi, 1.000 hingga 5 ribu orang per bulan.
"Bahkan dalam satu bulan terakhir tepatnya Februari 2021 tidak mencapai 1.000 orang kunjungan," cetusnya.
Berdasarkan data jumlah kunjungan dalam setahun terakhir (2020), kunjungan di DTW Sangeh hanya mencapai 46.413 kunjungan. Jumlah kunjungan di 2020 turun sekitar 75 persen.
"Di mana kunjungan rata-rata pada tahun-tahun sebelumnya hampir mencapai 130 ribu pengunjung per tahun. Data terbaru tahun 2021, bulan Januari hanya mencapai 4.305 kunjungan, dan Februari hanya 883 kunjungan," paparnya.
Dengan kondisi omzet turun tentu timbul kekhawatiran juga ke depan, bagaimana untuk menggaji karyawan. Karena gaji karyawan dibayarkan berdasarkan omzet diperoleh.
"Dalam kondisi seperti saat ini, pengelola pun membagi waktu kerja dengan sistem kerja bergiliran," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan