Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Minta Dana Perimbangan dari Pariwisata, Golkar Bali Desak Revisi UU No 33 Tahun 2004
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry mendesak agar Undang-Undang (UU) No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah direvisi.
Hal ini bertujuan agar Bali dapat memperoleh dana perimbangan dari sektor pariwisata karena menyumbang lebih Rp100 triliun per tahun ke negara.
Dia menilai UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang dana antara perimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah sebagai dana bagi hasil terutama di pasal 11 belum mencerminkan keadilan secara utuh. Dikatakan, hali ini tidak sesusai dengan tujuan utama dibentuknya UU tersebut adalah memberi keadilan dalam hal perimbangan keuangan atau perimbangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
UU Nomor 33 Tahun 2004 itu, disebutkan dana perimbangan keuangan bersumber dari hasil sumber daya alam, emas, batu bara, minyak, bahkan hasil hutan. Selain itu disebutkan pula bisa bersumber dari sumber daya lainnya.
"SDA inilah yang menjadi penopang APBN yang dibagikan kepada daerah. Sedangkan Bali adalah daerah yang memang tidak memiliki potensi SDA, sperti kehutanan, pertambangan, perikanan dan gas bumi," katanya saat Webinar di Kantor DPD Golkar Bali di Denpasar, Jumat (2/4/2021).
Atas dasar itu, Sugawa mengaku menyambut baik langkah yang DPR-RI yang telah mamasukkan UU Nomor 33 Tahun 2004 dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Dengan catatan, potensi sumber pendapatan Bali melalui sektor pariwisata bisa diperhatikan.
"Bali mempunyai kekuatan dalam hal ini adalah sektor jasa pariwisata, oleh karena itu, kami mendorong dan astungkara puji syukur DPR RI telah menetapkan prolegnas yang memasukkan untuk melakukan revisi UU No 33 ini," kata dia.
Sugawa mengatakan turunan dari kontribusi sektor pariwisata bisa nantinya dalam bentuk dana perimbangan, ataukah dana alokasi umum (DAU), maupun dana alokasi khusus (DAK). Ia mengkhawatirkan jika hal ini tak segera terwujud, Bali akan terus-terusan tak akan mendapat dana maksimal meski selama ini masuk dalam daerah sebagai penghasil devisa negara dari sektor pariwisata.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1756 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun