Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kesuburan Lelaki Atau Perempuan, Mana yang Berpengaruh Terhadap Kehamilan?
beritabali.com/ist/suara.com/Kesuburan Lelaki Atau Perempuan, Mana yang Berpengaruh Terhadap Kehamilan?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kehamilan terjadi memerlukan dua sel yang saling bertemu, yakni sel telur yang ada pada perempuan dan sel sperma dari laki-laki.
Dalam proses terjadinya kehamilan sendiri, mana yang lebih memiliki peran? Kesuburan lelaki atau kesuburan perempuan?
"Tentu saja keduanya (faktor pria dan wanita) sama-sama memengaruhi terjadinya kehamilan. Untuk terjadinya kehamilan yang sehat diperlukan kualitas sel telur dan sperma yang baik," kata dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi & Reproduksi RS Pondok Indah dr. Gita Pratama, Sp.OG kepada suara.com, Minggu (4/4/2021).
Oleh sebab itu, dokter Gita mengingatkan pentingnya menjaga keseburan, baik untuk perempuan juga laki-laki. Ia mengatakan, risiko gangguan kesuburan sama-sama dialami setiap pasangan.
"Pada wanita biasanya disebabkan oleh gangguan pematangan sel telur (gangguan ovulasi), tersumbatnya salah satu atau kedua saluran tuba dan endometriosis. Sedangkan faktor pria adalah berkurangnya jumlah atau konsentrasi sel sperma, berkurangnya pergerakan sperma yang baik (motilitas) dan berkurangnya bentuk (morfologi) sperma," jelasnya.
Pentingnya menjaga berat badan tetap ideal juga bukan sekadar kepentingan estetika. Tapi juga terkait kesehatan secara umum dan pengaruh kesuburan.
Dokter Gita menyarankan agar aktivitas fisik tetap dilakukan secara rutin, meski masih harus bekerja dari rumah.
Hanya saja khusus perempuan, olahraga yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gangguan siklus haid. Jika kondisi itu terjadi, tentu pematangan sel telur dan ovulasi akan terganggu.
"Sehingga akan menurunkan kemungkinan terjadinya kehamilan," kata dr. Gita.
Siklus haid jadi yang teratur menjadi salah satu indikator adanya proses pematangan sel telur dan ovulasi. Siklus haid yang teratur terjadi dengan jeda antara 21-35 hari sekali.
"Apabila haid tidak teratur, misalnya kurang dari 21 hari sekali atau lebih dari 35 hari sekali, ada kemungkinan terjadi gangguan ovulasi. Namun hal ini harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan USG oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan," ucapnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan