Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Pertumbuhan Ekonomi Digital dan Industri 4.0 Indonesia Tercepat di Asia Tenggara
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pertumbuhan ekonomi digital dan industri 4.0 di Indonesia menjadi yang tercepat di Asia Tenggara.
Sebab Indonesia memiliki startup sekitar 2.193 buah, kelima terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki 5 unicorn dan Indonesia bahkan telah memiliki 1 decacorn.
Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Pembukaan Hannover Messe 2021, di Istana Negara, Senin (12/4/2021).
Ke depan, Kepala Negara itu meyakini industri ini akan berkontribusi pada PDB Indonesia sekitar USD 133 miliar di 2025. Didukung 185 juta penduduk yang memiliki akses internet, terbesar keempat di dunia.
"Kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 economy global di tahun 2030," jelas Jokowi dikutip dari Liputan6.com.
Mantan Gubernur DKi Jakarta itu menambahkan, teknologi digital saat inimenjadi bagian sangat penting di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sebab menurutnya, transformasi teknologi menciptakan momentum bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi, namun sekaligus melakukan lompatan besar ke depan.
"Ini adalah visi besar Indonesia, Indonesia emas. Yang diwujudkan melalui industri 4.0," tegas Jokowi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun