Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
India Kacau Karena Covid-19, Dokter Ungkap Harga Oksigen Setara Emas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rumah sakit di India sudah sangat kewalahan merawat pasien Covid-19 dan para dokter mengatakan oksigen bagaikan emas saat ini di negara tersebut.
"Situasinya kritis sekarang. Pandemi ini adalah yang terburuk yang pernah kami lihat hingga sekarang. Dua minggu ke depan akan menjadi neraka bagi kami," kata Dr Shaarang Sachdev dari Rumah Sakit Khusus Super Perawatan Kesehatan Aakash, disadur dari Sky News, Selasa (27/4/2021).
Dr Shaarang mengungkapkan jika ruang gawat daruratnya, yang biasanya digunakan untuk merawat tiga pasien, sekarang digunakan oleh tujuh hingga delapan pasien.
Ia menceritakan bahwa ada seorang pasien yang harus dirawat di ruang perawatan intensif, namun karena kondisi tidak memungkinkan.
"Wanita itu seharusnya berada di ICU sekarang," katanya sambil menunjuk seorang wanita muda dengan ventilator. "Dia sudah di sini selama dua hari karena tidak ada tempat tidur dalam perawatan intensif."
Para perawat dan dokter sering bekerja secara bergantian. Beberapa memiliki kerabat yang terpapar Covid-19 di rumah sakit yang sama tempat mereka bekerja.
"Kami bahkan tidak punya waktu untuk pergi dan mengunjungi mereka," kata Dr Sachdev. Mereka kelelahan, secara fisik dan emosional.
Direktur pelaksana rumah sakit, Dr Aashish Chaudhry, mengatakan dia saat ini kesulitan mencari oksigen dan mengungkapkan bahwa barang tersebut sudah seperti emas.
"Saya membeli oksigen dengan harga emas sekarang," katanya.
"Situasinya mencapai tingkat itu - dan pemasaran gelap sedang berlangsung. Oksigen awalnya 22 rupee (Rp4.200) per kilogram dan sekarang menjadi 50 rupee (Rp9.700) per kilogram.
"Suntikan remdesivir, yang biasanya 4.000 rupee (Rp777.000), bahkan 2.000 rupee (Rp388.000) ... sekarang orang membeli dengan harga 40.000 rupee (Rp7,7 juta)... Ini seharusnya tidak terjadi." ujarnya.
Keluarga pasien mengemis, menukar dan membeli apa yang mereka bisa untuk menjaga pasien mereka tetap hidup dan melakukan apa yang mereka bisa untuk membuat mereka tetap bernapas.
Pihak rumah sakit dilaporkan telah menambah kapasitas tempat tidur dan merawat pasien Covid-19 di sebuah tenda darurat yang didirikan di halaman.
Statistik Covid-19 mengerikan India terus meningkat, negara tersebut terus mencatatkan rekor dunia dalam hal jumlah kasus harian.
India saat ini menjadi negara paling terkena dampak kedua di dunia berdasarkan kasus aktif dan keempat pada kasus kematian (lebih dari 190.000).
"Saya belum pernah melihat begitu banyak kematian di ICU kami," kata Dr Piush Girdar, yang bekerja di bagian perawatan kritis.
"Saya mendapat sekitar 50 panggilan sehari untuk menanyakan obat-obatan, tempat tidur, tabung (oksigen)… kami tidak memiliki apa pun dan pasien sekarat." pungkasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan