Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Tsunami Covid-19 India: Sebuah Ambulans Bawa 22 Jenazah Covid-19 Sekaligus
beritabali.com/ist/suara.com/Tsunami Covid-19 India: Sebuah Ambulans Bawa 22 Jenazah Covid-19 Sekaligus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Media India melaporkan bahwa satu ambulans di Ambajogai, India membawa 22 mayat yang meninggal karena Covid-19 untuk dibawa ke krematorium.
Menyadur Times of India, Selasa (27/4/2021) ambulans tersebut membawa 22 pasien yang meninggal karena Covid-19 di Ambajogai, distrik Beed, negara bagian Maharashtra.
Insiden tersebut memicu kemarahan, memaksa pemerintah kabupaten Beed untuk bergegas menugaskan sebuah tim ke Ambajogai, untuk menyelidiki masalah tersebut.
Seorang saksi mata insiden tersebut mengaku jika ponselnya dan milik dua kerabat salah satu dari puluhan mayat tersebut disita oleh polisi saat mereka mencoba mengambil gambar kondisi ambulans.
Ponsel mereka dikembalikan setelah upacara terakhir proses kremasi dilakukan, katanya.
Para pejabat mengatakan 22 jenazah itu dibawa dari kamar mayat Swami Ramanand Teerth Marathwada Government Medical College (SRTMGMC) di Ambajogai.
Pihak berwenang mengatakan 14 dari 22 mayat tersebut telah meninggal pada hari Sabtu dan sisanya pada hari Minggu. Sembilan lainnya meninggal di pusat Covid-19 Lokhandi Savargaon.
"Saya telah memerintahkan petugas tambahan Ambajogai untuk menyelidiki masalah tersebut. Kami akan memulai tindakan terhadap siapa pun yang dinyatakan bersalah." ujar Ravindra Jagtap, pihak berwenang distrik Beed.
Saksi mata lainnya, Abhijit Jagtap, membenarkan kepada TOI bahwa dua kerabat yang mencoba merekam jenazah di dalam ambulans ponselnya disita oleh polisi.
"Hanya ada dua ambulans untuk membawa mayat ke krematorium. Kami telah meminta lebih banyak ambulans," kata Kepala SRTMGMC, Dr Shivaji Sukre.
"Tanggung jawab kami adalah menyerahkan jenazah kepada badan sipil Ambajogai untuk melakukan upacara terakhir. Apa yang dilakukan badan sipil tidak dalam kendali kami," sambungnya.
Dr Shivaji Sukre mengatakan bahwa sesuai peraturan, badan sipil mengumpulkan jenazah dua kali sehari untuk dikremasi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan