Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pasukan Israel Tewaskan 11 Warga Palestina Dalam Aksi Protes
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya 11 warga Palestina di tepi Barat tewas di tangan pasukan Israel ketika melakukan aksi protes atas serangan yang terus terjadi. Menyadur Al Jazeera Senin (17/05) protes meletus di tengah serangan udara Israel di Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan 10 warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel selama protes di seluruh Tepi Barat pada hari Jumat.
Sedangkan satu orang tewas ketika berupaya untuk menikam seorang tentara Israel di dekat pemukiman ilegal Israel di Yabad dekat Jenin. Ribuan warga Palestina melakukan protes di lebih dari 200 lokasi di seluruh Tepi Barat.
Lebih dari 500 warga Palestina terluka dalam aksi itu, terkena peluru Israel, gas air mata dan tembakan, kata Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.
Ratusan warga Palestina di Yordania juga mencoba melakukan massa di perbatasan Yordania dengan Israel pada hari Jumat tetapi dihentikan oleh pasukan keamanan Yordania.
Sementara itu warga Palestina di Lebanon selatan mencoba untuk melanggar perbatasan dengan Israel.
Di pos pemeriksaan Beit El di al-Bireh, dekat Ramallah di Tepi Barat, ratusan warga Palestina dari faksi politik saingan Hamas, Fatah dan Front Populer sayap kiri untuk Pembebasan Palestina (PFLP) berbaris bersama untuk mendukung warga Gaza dan Palestina di Yerusalem Timur.
Suara tembakan Israel dan peluru baja berlapis karet pecah di udara saat ambulans hilir mudik membawa korban luka, sementara asap mengepul ke udara dari ban yang dibakar oleh pengunjuk rasa.
Malak Abu Rab dari Ramallah mengatakan pada Al Jazeera bahwa dia mendukung mereka yang terbunuh di Gaza, serta warga Palestina di Yerusalem Timur yang terancam diusir dari Syekh Jarrah.
"Di Yerusalem, pemukim Israel, didukung oleh tentara, mencoba mengusir orang dari rumah mereka, sebuah perilaku yang telah dilakukan Israel selama beberapa dekade, dan inilah saatnya untuk menghentikan ini," katanya.
"Orang Palestina berbicara dengan bahasa yang sama tentang masalah ini dan perasaan mereka juga sama."(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan