Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pakai Botol Untuk Pelampung, Bocah Ini Renang dari Maroko ke Spanyol
BERITABALI.COM, DUNIA.
Foto seorang bocah laki-laki dari Maroko yang berenang sembari memegang botol untuk pelampung menuju perbatasan Spanyol untuk memasuki Eropa viral di media sosial Twitter.
Bocah tersebut, saat sampai di perbatasan Spanyol, tampak mengenakan kaos berwarna gelap dan ada begitu banyak botol di badannya.
Bocah tersebut juga tampak menangis sesampainya ia memasuki perbatasan Ceuta, yang merupakan konklaf Afrika Utara di Spanyol.
Ketika dia mencapai pantai, menyadur Times Now News, Kamis (26/5/2021) dia langsung ditahan oleh tentara dan memohon agar dia tidak dipulangkan.
"Dia tidak ingin kembali, dia tidak punya keluarga di Maroko, dia tidak peduli jika dia meninggal karena kedinginan di laut; Dia lebih baik meninggal daripada kembali ke Maroko," ucapnya saat menerjemahkan bahasa bocah tersebut seperti dikutip dari Reuters." ujar salah satu tentara bernama Rachid Mohamed al Messaoui, yang menolong bocah tersebut, kepada Reuters.
Bocah tersebut mengatakan permohonan tersebut menggunakan Darija, bahasa Arab sehari-hari yang digunakan di negara Afrika Utara tersebut.
"Saya tidak pernah mendengar itu dari seseorang yang begitu muda," sambung Rachid.
Bocah tersebut sekarang ditempatkan di zona keamanan di antara kedua negara. Bersamanya, ada 8000 lebih migran yang menunggu keputusan diizinkan masuk ke Eropa.
Semuanya berenang menuju Spanyol dari Maroko dan ditangkap oleh tentara. Spanyol menyebut ini sebagai 'krisis' bagi Eropa karena mereka telah mengerahkan tentaranya di Ceuta untuk mengawasi situasi tersebut.
Karena Spanyol memiliki kebijakan tidak mendeportasi anak di bawah umur, mereka ditempatkan di pusat pengungsi bersama para migran lainnya.
Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengatakan tindakan Maroko adalah agresi perbatasan Spanyol dan perbatasan Uni Eropa.
"Kami tidak berbicara tentang pemuda berusia 16, 17 tahun, anak-anak berusia tujuh atau delapan tahun diizinkan masuk menurut LSM ... mengabaikan hukum internasional," katanya dalam wawancara dengan radio publik Spanyol, dikutip dari Daily Mail.
"Sebut saja apa yang Anda inginkan tapi saya menyebutnya pemerasan," katanya. Ia menambahkan bahwa tidak dapat diterima untuk mempertaruhkan nyawa anak di bawah umur atau warga negaranya sendiri.
Pemerintah Spanyol mengatakan bahwa sekitar 5.600 dari 8.000 migran telah dipulangkan ke Maroko, dan tidak ada entri baru karena siapa pun yang mencapai pantai Ceuta segera dipulangkan.
Beberapa migran yang kembali mengatakan mereka berharap untuk mencoba menyeberang ke Ceuta lagi jika kontrol perbatasan dilonggarkan sekali lagi.
"Saya tidak punya masa depan di sini, saya ingin bekerja untuk membantu keluarga saya," kata Mohamed yang berusia 17 tahun kepada AFP di Fnideq setelah kembali dari Ceuta.
Dia meninggalkan studinya dan keluarganya di Maroko untuk mencoba memasuki Spanyol untuk mencari kehidupan yang lebih baik.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan