Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Aksi Panggung Sekaa Gong Kebyar Anak Gargitha Panca Swara di Ajang PKB 2021
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna beserta istri masing-masing, hadir secara langsung guna menyaksikan pementasan Sekaa Gong Kebyar Anak Gargitha Panca Swara, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, di Panggung Terbuka Ardha Candra Denpasar, Minggu (30/05/2021) malam.
Kehadirannya sebagai bentuk memberi dukungan semangat kepada duta Jembrana yang tampil dalam pementasan parade Gong Kebyar Anak pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIII Tahun 2021.
Duta Kabupaten Jembrana dalam pementasan tersebut tampil sebanyak 3 kali secara bergiliran dengan Duta dari Kabupaten Badung. Untuk yang pertama, yang dibawakan yaitu tabuh kreasi pepanggulan dengan judul Banyubiru. Tabuh tersebut mengandung arti jernih dan dalam menyebabkan air laut nampak berwarna biru.
Sekilas terlihat tenang, namun sejatinya menghanyutkan. Semakin dalam, semakin terlihat tenang, namun semakin menghanyutkan. Penata tetabuhan tersebut ialah Bayu Angga. Yang kedua ditampilkan yaitu tari Cempaka Putih, serta yang menjadi penampilan pamungkas adalah tari kreasi Lanjana.
Tari kreasi tersebut bercerita tentang seekor burung kecil yang sangat cepat, lincah, dan dapat terbang begitu tinggi di atas persawahan untuk mencari makan. Namun Sang Lanjana terkejut dengan adanya burung besar dengan nama Sang Muun. Sang Muun sendiri merasa dirinya besar dan kuat, menjadikan dirinya sombong dan mengganggu burung-burung kecil.
Melihat perilaku itu Sang Lanjana menantang Sang Muun untuk adu terbang tinggi, tanpa berpikir lebih Sang Muun menyutujuinya. Ketika adu terbang, Sang Lanjana hinggap di pundak Sang Muun sambil terus mematuk kepalanya hingga berdarah dan tidak sadarkan diri, sehingga terjatuh dari ketinggian dengan luka yang parah. Penata tari kreasi Sang Lanjana adalah Agus Onet dan Penata Iringan Kadek Arya Parjana dan Adi Artika.
Untuk Parade gong kebyar anak ini dilaksanakan tanpa penonton karena untuk perekaman bahan siaran/tayangan tunda di TVRI atau youtube. Selain Bupati Jembrana serta Wabup, pementasan ini juga di hadiri oleh Pj. Sekda I Nengah Ledang berserta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.
Bupati Tamba seusai pementasan menyampaikan sangat mengapresiasi semangat dan kekompakan Sekaa Gong Kebyar Anak Gargitha Panca Swara. Sekaa ini menampilkan Tabuh dengan judul Banyubiru, kemudian Tari Kreasi Cempaka Putih, dan yang terakhir mementaskan Tari Kreasi Sang Lanjana.
"Terima Kasih kepada Sekaa Gong Kebyar Anak Gargitha Panca Swara, Desa Banyubiru sebagai Duta Kabupaten Jembrana yang sudah tampil luar biasa dan semoga memperoleh hasil yang memuaskan," ujar Bupati Tamba.
Lebih lanjut Bupati Tamba mengatakan meski PKB tahun ini tidak seperti PKB pada tahun-tahun sebelumnya yang dipadati banyak penonton untuk menyaksikan setiap pementasan. Hal tersebut tentu dikarenakan sampai saat ini pandemi covid-19 belum mereda.
"Semoga itu tidak mematahkan semangat adik-adik sebagai duta Jembrana dalam memberi penampilan terbaik. Tentu harus sebaliknya yaitu memberikan penampilan secara maksimal dan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Jembrana," imbuhnya.
PKB XLIII tahun 2021 ini mengambil tema Purna Jiwa ; Prananing Wana Kerthi (jiwa paripurna nafas pohon kehidupan).
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan