Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Mengenang Tragedi Jumat Pon, Tsunami Menerjang Banyuwangi 27 Tahun Silam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pada 3 Juni 1994 silam, sekitar pukul 02.00 WIB, gelombang tsunami menyapu kawasan pesisir selatan Banyuwangi, Jawa Timur. Hingga 27 tahun berlalu, nestapa itu masih tersimpan kuat di dalam ingatan mereka yang selamat dari amukan gelombang dahsyat. Bahkan, peristiwa itu menyisakan trauma pada sebagian penyintas tsunami yang membuat rumah mereka luluh lantak.
Amukan gelombang tsunami itu melumat permukiman nelayan di sejumlah pantai. Di antaranya Pantai Rajegwesi, Pancer, Pulau Merah, Lampon di Kecamatan Pesanggaran, dan Pantai Grajagan di Kecamatan Purwoharjo.
Namun yang paling banyak menelan korban jiwa ada di Pantai Pancer, Pulau Merah, Lampon dan Rajegwesi. Total 229 nyawa melayang. Sedangkan di Pantai Grajagan 2 orang tewas. Dusun Pancer sendiri berada di wilayah Kecamatan Pesanggaran yang berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi yang berbatasan langsung dengan Pantai Selatan dan Samudra Indonesia. Peristiwa tsunami tersebut dikenal warga Pancer dengan sebutan 'Tragedi Jumat Pon'. Karena, bencana tersebut datang pada hari Jumat.
Tugu peringatan tsunami Banyuwangi pun didirikan di Dusun Pancer Desa Sumberagung. Sayangnya, tanggal kejadian yang terukir di prasasti peringatan tersebut keliru dalam penulisan. Di sana semestinya terukir tanggal 3 Juni, bukan 2 Juni. Namun, warga tak berani protes di masa tersebut. Hingga kini, tidak sedikit orang yang memperingati bencana tsunami tersebut pada tanggal 2 Juni. Bahkan, Kabid Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, dalam cuitan di akun twitter pribadinya menuliskan bahwa pada tanggal 2 Juni merupakan ulang tahun Tsunami Banyuwangi.
“Mengingatkan bahwa besok adalah ulang tahun Tsunami Banyuwangi 2 Juni 1994 dipicu gempa di zona megathrust Mw 7,8 membangkitkan tsunami setinggi 13,9 meter, menyebabkan lebih dari 250 orang meninggal dan 15 orang hilang,” Cuit Daryono, Selasa (1/6).
Dilansir dari berbagai sumber, tsunami Pancer muncul setelah adanya gempa bumi tektonik yang berpusat di Samudera Hindia yang terjadi pada tanggal 2 Juni 1994 sekitar pukul 18.17 WIB. Sekitar tujuh jam berselang sejak gempa bumi tersebut terjadi, gelombang tsunami kemudian menghantam pesisir pantai selatan Jawa Timur bagian timur tepatnya di wilayah Kabupaten Banyuwangi pada 3 Juni 1994 dini hari.
Bencana tsunami akibat gempa bumi tektonik ini menyebabkan kerusakan total yang melanda pemukiman penduduk di pesisir selatan Kabupaten Banyuwangi seperti Pantai Plengkung, Pantai Pancer dan Pantai Rajegwesi yang rata dengan tanah. Korban meninggal diperkirakan mencapai 215 jiwa. Korban jiwa sangat banyak dikarenakan peristiwa tsunami tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dan warga banyak yang masih tertidur lelap.
Bencana tersebut menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat sekitar. Beberapa menyebut, saat kejadian, mereka merasa seperti ditabrak oleh kereta api. Sebelumnya, juga ada warga yang sempat mengamati keanehan Perairan Pantai Pancer. Karena pada saat itu pantai surut beberapa meter mulai sore hingga malam hari.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan