Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ahli ITS Benarkan Potensi Gempa Magnitudo 8 dan Tsunami 29 M Bisa Terjadi di Jatim
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beberapa waktu lalu Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) melemparkan warning terkait tiga potensi ancaman bencana di Jawa Timur ( Jatim ), terutama wilayah Selatan.
Tiga potensi itu yakni; potensi gempa bumi bermagnitudo 8,9 dan tsunami setinggi 29 meter. Kemudian ancaman cuaca ekstrem akibat dari siklon tropis yang bisa menimbulkan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Selain itu, siklon tropis juga bisa menyebabkan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan di Jawa Timur. Hal ini disampaikan peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institute Teknologi 10 November (ITS) Profesor Amin Widodo.
Ia menegaskan, ketiga potensi ancaman bencana yang sempat disampaikan BMKG tersebut memang benar bisa terjadi, terutama di wilayah selatan Jatim.
"Ya memang potensi itu bisa dan memungkinan terjadi, seperti gelombang tinggi memang bisa terjadi karena memang kan bulan ini sedang besar-bsarnya, kemarin ada fenomena full moon yang pastinya menarik air laut lebih besar, tapi itu memang sudah sewajaranya terjadi karena tarikan gravitasi," kata Amien, Rabu (2/6/2021).
Untuk siklon tropis, Amien mengatakan bahwa terjadinya siklon itu dipengaruhi pergerakan angin. Hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa terdapat aktivitas Gelombang Kelvin yang cukup aktif di sekitar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bagian utara.
Sedangkan Gelombang Rossby Ekuatorial cukup aktif di sekitar wilayah Jawa dan Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.
Sementara itu perlambatan dan belokan angin terjadi di beberapa wilayah yang cukup berpengaruh pada pembentukan potensi awan hujan dan dapat menimbulkan potensi hujan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah.
Sedangkan untuk gempa besar yang diperkirakan bisa mencapai 8,9 magnitudo dan bisa menimbulkan tsunami sebesar 20 meter lebih, Amien mengatakan bahwa potensi tersebut berdasarkan data yang diinput oleh BMKG.
Amin menjelaskan, secara geologi, Indonesia ditekan oleh 3 lempeng (gambar atas) dan bisa diibaratkan tumpukan papan yang ditekan 3 buldoser dari 3 arah, dari Utara, Selatan dan Timur dengan kecepatan 2-7 cm pertahun. Keadaan ini sudah berlansung jutaan tahun lalu sebelum manusia ada.
"Pada batas tumbukan lempeng akan terjadi gempa seperti yang sering terjadi di Samudera Hindia dan kita memang tempatnya gempa, dari skala 1 – 9 dan di kedalaman 1 km – 650 km," ujarnya menegaskan.
"Jadi ini sudah ini sudah jadi pilihan leluhur kita yang sudah bertahan ratusan tahun di Indonesia. Gempa besar yang terjadi di laut bisa memicu tsunami, jadi semua kabupaten di selaran Jatim harus memyiapkan diri terhadap gempa besar dan tsunami," kata Amien melanjutkan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan