Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Perdana Menteri India Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis Pada Warga
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah India menawarkan vaksin gratis untuk semua orang dewasa dan melonggarkan penguncian di beberapa negara bagian menyusul penurunan kasus Covid-19.
"Telah diputuskan bahwa mulai 21 Juni semua orang dewasa di atas usia 18 tahun akan divaksinasi secara gratis," kata Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato pada Senin (7/6), disadur dari Sky News Selasa (8/6/2021).
Kebijakan tersebut berarti pemerintah federal akan mengambil alih program vaksinasi di India, yang telah banyak dikritik karena terlalu lambat.
Kebijakan tersebut juga diambil ketika beberapa negara bagian melonggarkan penguncuian setelah mencatat jumlah infeksi terendah dalam dua bulan.
Toko, restoran, dan bisnis lainnya diizinkan untuk buka kembali dengan jam terbatas di New Delhi dan Mumbai. Kuncian juga mulai dibuka di negara bagian Uttar Pradesh dan Haryana.
Metro Delhi, yang melayani kota dan daerah sekitarnya, juga dibuka kembali dengan kapasitas 50%, tetapi jaringan kereta api negara bagian Mumbai masih ditutup.
Infeksi Covid-19 mencapai puncaknya sekitar 400.000 kasus dalam sehari pada bulan Mei setelah gelombang dahsyat melanda India pada awal April.
Namun pada hari Senin, jumlah kasus Covid-19 mencapai jumlah terendah dalam dua bulan terakhir, dengan 100.636 kasus dilaporkan dalam 24 jam terakhir.
Kementerian kesehatan India mengatakan 2.427 kematian baru terdaftar dalam 24 jam terakhir pada hari Senin, sehingga totalnya menjadi 349.186.
Sejauh ini 222 juta suntikan Covid-19 telah diberikan kepada warganya di seluruh India. Kurang dari 5% dari 1,39 miliar penduduknya telah divaksinasi penuh.
Sebelum pidatonya pada hari Senin, PM Narendra Modi berada di bawah tekanan akan program vaksin yang dinilai lambat.
Modi juga menuai banyak kritik karena pembangunan kembali pusat bersejarah New Delhi yang nilainya mencapai Rp 25 triliun lebih, yang mencakup tempat tinggal baru seluas 15 hektar untuknya.
Baru-baru ini anggota parlemen Rahul Gandhi mengatakan biaya proyek Central Vista tersebut setara dengan 450 juta vaksin atau 10 juta tabung oksigen.
Di bawah sistem vaksin lama, siapa pun di bawah 45 tahun yang bukan pekerja garis depan harus membayar untuk mendapatkan vaksin di rumah sakit swasta.
India baru saja memesan 300 juta dosis vaksin tanpa izin yang dibuat oleh perusahaan India bernama Biological E dalam upaya untuk meningkatkan pasokan.
Vaksin tersebut masih dalam uji coba fase tiga, tetapi yang sebelumnya telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan