Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pemerintah Belum Bisa Deteksi Seluruh Kasus Varian Baru Covid-19, Ini Penyebabnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengakui, pemerintah belum bisa mendeteksi seluruh kasus varian baru di Tanah Air yang menyebabkan angka kasus Covid-19 di Indonesia bertambah.
Menurut dia, hal ini disebabkan oleh whole genome sequencing (WGS) belum bisa dilakukan di seluruh wilayah.
"Perlu diketahui bahwa whole genome sequencing atau surveilans terhadap itu memang belum cukup meng-cover seluruh wilayah Indonesia dan juga belum dilakukan secara detail penelusuran asal dari virus ini kemudian menyebar ke mana," kata Wiku, Rabu (16/6/2021) dikutip dari Liputan6.com.
Dia menyebut, untuk mendeteksi seluruh sebaran kasus varian Covid-19 membutuhkan sampel yang lebih banyak. Sementara jumlah laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan whole genome sequencing di Indonesia baru 17.
"Suatu saat nanti, kita bisa menelusuri dari mana virus tersebut berasal, mulai dari masuk sampai dengan ke dalam tempat tertentu. Tentunya perlu penelitian lebih lanjut. Pada saat sekarang kita belum bisa menjelaskan tentang itu karena prosesnya masih panjang," jelas Wiku.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan, menemukan 145 kasus varian baru Covid-19 di 12 provinsi. Temuan 145 kasus ini berdasarkan hasil pemeriksaan dan analisis terhadap 1.989 sekuens genom virus SARS-CoV-2.
Dari temuan 145 kasus varian Covid-19, sebaran terbanyak ada di Jawa Tengah mencapai 76. Kemudian disusul DKI Jakarta 48, Sumatera Selatan 4, Kalimantan Timur 3, Kalimantan Tengah 3, Jawa Timur 3, Jawa Barat 2, Sumatera Utara 2, Kalimantan Selatan 1, Bali 1, Riau 1 dan Kepulauan Riau 1.
Jika dilihat dari varian Covid-19 yang paling mendominasi adalah B16172 Delta, mencapai 104 kasus. Varian ini paling banyak ditemukan di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Sementara varian B117 Alfa sebanyak 36 kasus, ditemukan paling banyak di DKI Jakarta. Adapun varian B1351 Beta sebanyak 5 kasus, ditemukan paling dominan juga di DKI Jakarta.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 443 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan