Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Darurat Covid-19, Dokter Mulai Dilema Beri Oksigen ke Pasien
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Kelompok Kerja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Erlina Burhan mengungkapkan bahwa kondisi rumah sakit saat ini mulai krodit, dokter mulai dilema memberi oksigen ke pasien.
Erlina menceritakan bahwa saat ini di beberapa rumah sakit mulai memilah-milih pasien mana yang harus mendapatkan oksigen sebab jumlah tabung tidak seimbang dengan antrean pasien yang akan masuk.
"Pasiennya sangat banyak antre di IGD kemudian pasien itu membutuhkan oksigen segera, ini akan menjadi masalah karena di IGD pun titik oksigen itu terbatas, jika oksigennya ada 9, pasiennya ada 20, itu akan jadi dilematis sekali bagi dokter untuk memutuskan yang mana yang akan diberi oksigen," kata Erlina dalam jumpa pers virtual, Jumat (18/6/2021).
Erlina menyatakan dokter juga tidak menginginkan pemandangan ini terjadi di IGD, namun pemilahan atau triase pasien Covid-19 sudah mulai dilakukan di beberapa rumah sakit.
"Ini sungguh situasi yang tidak menyenangkan bagi nakes atau dokter apalagi bagi keluarga yang melihat keluarganya sudah sangat sesak tapi tidak dapat diberikan oksigen, kondisi itu sudah terjadi pada beberapa rumah sakit," ucapnya.
Erlina juga menyebut peningkatan kasus dampak libur lebaran tahun ini ini sangat cepat naiknya dibanding tahun lalu.
"Tahun lalu memang naik tapi bertahap, kalau sekarang dari occupancy kita 20-30 persen di Mei, sekarang tiba-tiba 80 persen, ICU di atas itu, ini menunjukkan peningkatan pasien luar biasa," tegasnya.
Oleh sebab itu 5 organisasi profesi kedokteran meminta pemerintah untuk bertindak cepat mengatasi lonjakan Covid-19 sebab rumah sakit sudah menuju kolaps, kebijakan PPKM Mikro dinilai tidak efektif.
"Kami ini di hilir, kami ada batasnya, oleh sebab itu kami minta pempus lebih tegas dan berani pelaksanaan PPKM ini menyeluruh, jangan hanya sporadis," pungkas Erlina.
Kelima organisasi itu antara lain; Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN).(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan