Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Kehilangan 1 Keluarga, Kondisi Psikologis Aurelia Trauma Berat
Korban Selamat Tenggelamnya KMP Yunicee
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aurelia Natasya Madina, anak 10 tahun asal Loloan Barat, Negara Jembrana yang merupakan korban selamat dari KMP Yunicee yang tenggelam pada Selasa, 29 Juni 2021 mengalami trauma berat pascakejadian.
Bagaimana tidak, kejadian tragis itu hingga kini mengakibatkan neneknya yakni Sri Rahayu (66) meninggal dan anggota keluarga lainnya diantaranya Robi (bapak), Sutarji (kakek), Azwa (kakak), dan Alicia (5 tahun) hingga kini belum ditemukan.
Dari keterangan bibinya, yang juga menjadi korban selamat Rosi Pujiningsih, Aurelia dinilai masih trauma berat dan syok pasca kejadian. Ia yang tahu betul karakternya, mengungkap jika Aurelia sekilas diajak berdialog seperti biasa saja. Namun jika dalam kondisi diam, ia pasti mengingat-ingat kejadian malam tragis tersebut.
"Sejauh mungkin agar menghindari kerumunan dulu, karena kondisi begitu akan mengingatkan dia pada peristiwa malam itu," kata dia sembari menuturkan karakter Aurelia adalah anak yang ceria, banyak dandan, dan berbeda dengan adik dan kakaknya.

Ia memang berinisiatif untuk membawa Aurelia untuk konseling untuk pendampingan pascakejadian, namun pihak Pemkab Jembrana nampaknya sudah responsif dengan memberikan pendampingan konselor kepada Aurelia.
Konselor dr. I Gusti Agung Ayu Putri Yuni Aryanti, M.Biomed, Sp.KJ yang menangani Aurelia menjelaskan untuk anak yang baru mengalami kejadian atau peristiwa tragis memang perlu pendampingan. Tujuannya agar tidak terlalu kejadian yang traumatik yang dialaminya.
"Kondisi saat ini masih trauma tetapi kondisi itu tidak ingin dimunculkan. Ia masih mengingat kejadian itu tentunya jika kembali lagi membuatnya seperti "kepepet" hingga membuatnya menjadi ketakutan," jelasnya.
Ia mengatakan memang memori kejadian itu kemungkinan kembali, tapi pelah-pelan jika nanti Aurelia bisa menerima akan kembali pulih seperti biasa. Yuni Aryanti pada saat melakukan konseling hanya melakukan pemeriksaan lewat wawancara dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif.
Sementara itu, sebelumnya Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan pihaknya berupaya melakukan proses pendampingan bagi korban selamat KMP Yunicee yang tenggelam. Hal ini guna meminimalisir dampak psikologis bagi korban yang selamat.
Ia berharap pendampingan itu bisa mengendalikan dampak emosional atas musibah tenggelamnya kapal yang menelan korban jiwa tersebut. Rencananya Bupati Tamba akan mengunjungi warganya yang selamat dari musibah itu.
“Kita prihatin sekali dengan musibah ini. Tercatat, ada warga kami yang meninggal dunia. Mengurangi dampak psikis, kita akan berikan konseling, mengunjungi korban yang selamat sekaligus memastikan hak-hak mereka terpenuhi,“ ujar Tamba saat mengunjungi korban di Gilimanuk, Selasa (29/6).
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 557 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 422 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 421 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan