Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
3 Faktor Pemicu, Wanita Lebih Berisiko Alami Long Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Long Covid-19 adalah gejala berkepanjangan akibat virus corona Covid-19 yang berdampak pada 1-5 orang setelah dinyatakan sembuh.
Tapi, ada beberapa orang yang memiliki risiko tinggi mengalami Long Covid-19, salah satunya wanita. Gejala Long Covid-19 sendiri biasanya berupa kelelahan, masalah irama jantung, masalah pernapasan dan sebagainya.
Para ahli pun berusaha mencari tahu penyebab wanita lebih berisiko tinggi mengalami Long Covid-19. Dilansir dari Times of India, ternyata ini 3 faktornya.
1. Sistem kekebalan lebih kuat
Studi sebelumnya menunjukkan bahwa wanita memiliki prevalensi lebih tinggi dari nyeri kronis dan sindrom kelelahan, kedua kondisi ini memiliki gejala yang mirip dengan Long Covid-19. Hal itu juga bisa menjadi salah satu penyebab wanita lebih rentan mengalami Long Covid-19.
Para ahli telah merinci sebagian besar kondisi ini terkait dengan aktivasi berlebih sel kekebalan dalam tubuh, yang cepat mengenali fragmen patogen, memicu respons imun dan jarang melepaskan sitokin yang membuat seseorang merasa tak sehat.
Studi klinis juga telah menetapkan bahwa sebagian besar kasus Long Covid-19 dialami wanita perimenopause. Karena itulah, wanita usia antara 40 hingga 50 tahun lebih berisiko tinggi alami Long Covid-19.
2. Alami gejala yang lebih banyak saat terinfeksi
Penyebab lain wanita lebih berisiko alami Long Covid-19 dibandingkan pria, karena lebih banyak wanita yang melaporkan gejala dan butuh perawatan medis ketika terinfeksi virus corona.
Wanita juga telah terbukti memiliki risiko tinggi mengalami sakit kronis dan kelelahan sebagai dampak Long Covid-19 seumur hidup.
3. Peningkatan hormon
Perbedaan hormonal antara wanita dan pria bisa mengubah respons vaksinasi pada wanita yang menyebabkan gejala, seperti sakit perut dan perubahan siklus menstruasi.
Perubahan hormonal pada wanita ini juga dinilai meningkatkan risiko Long Covid-19 ketika terinfeksi virus corona. Wanita bisa mengalami Long Covid-19 selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah hasil tes virus corona negatif.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan