Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ibu Hamil Melahirkan Dalam Diam Agar Tak Ketahuan Militer
BERITABALI.COM, DUNIA.
Konflik pasca-kudeta di Myanmar memberi pengalaman buruk bagi wanita hamil di sana. Menyadur Al Jazeera Jumat (23/07), mereka terpaksa melahirkan dalam diam agar tak ketahuan militer.
Rosemary (nama samaran) adalah salah satu warga yang sedang hamil di desa Mindat. Ia terbaring dalam kegelapan sambil menahan kontraksi ketika bidan dengan nama samaran Mai Nightingale datang menolongnya.
“Hanya kami berdua yang tinggal di desa. Kami menutup semua pintu juga jendela dan tetap diam di dalam. Ketika dia merasa sakit, saya memasukkan selimut ke mulutnya karena takut tentara akan mendengarnya,” kata Mai Nightingale.
Sebenarnya, Rosemary sudah merasakan kontraksi sejak sehari sebelumnya, tapi tentara datang memberi tekanan dan membuat hampir semua penduduk desa lari ke hutan.
Dalam kondisi hamil tua, Rosemary tak sanggup kabur dari sergapan militer yang bisa saja kembali datang dengan tiba-tiba. Ia dan bidan Mai memilih tetap di rumah, menyiapkan persalinan.
Rosemary melahirkan bayinya tak lama setelah suara tentara menghilang dan Mai Nightingale memotong dan mengikat tali pusar dengan silet dan beberapa benang direbus dalam air.
Rosemary dan bayinya dalam keadaan sehat dan tidak terluka, keadaan kelahirannya menyoroti meningkatnya risiko yang dihadapi ibu dan bayi baru lahir di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan.
Suami Rosemary tidak berani menemaninya karena takut menarik perhatian tentara dan dia akan dikira sebagai anggota kelompok bersenjata.
Sejak kudeta militer 1 Februari, tentara menyerang dengan granat berpeluncur roket dan senapan mesin ke daerah pemukiman sambil memberlakukan darurat militer.
Militer tidak hanya menyerang warga sipil tapi juga memotong pasokan makanan dan air untuk orang-orang yang terkena dampak konflik, menembaki kamp pengungsian dan gereja tempat berlindung.
Menurut perkiraan PBB, sekitar 230.000 orang mengungsi sejak kudeta militer di Myanmar.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan