Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Begini Kiat Bisnis Logistik di Bali Bertahan di Era Pandemi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejak tahun 2020 terjadi penurunan dari bisnis logistik dari sisi kuantitas yang dipengaruhi minimnya kunjungan wisatawan mancanegara akibat pembatasan aktivitas penerbangan menekan laju penyebaran covid-19.
"Sebelum pandemi banyak tamu yang datang ke Bali dulu berkunjung, kemudian pasti ada saja berbelanja di daerah Ubud, daerah Canggu, kemudian ada mereka bawa pulang atau dikirim via cargo," ungkap Owner Adhi Darma Cargo, Hendra Arimbawa, Sabtu (31/7/2021).
Maka itu, kata dia, sekarang kendalanya adalah orang-orang seperti itu tidak ada lagi, jadi orang-orang yang berkunjung, kemudian belanja sudah tidak ada lagi. Jadi, segmen pasar yang disebut LCL (Less Container Load) itu menurun drastis.
Segmen LCL di logistik diketahui merupakan pengirim barang yang kapasitas dan jumlahnya tidak memenuhi satu container sehingga diperlukan barang dari customer lain untuk memenuhi satu container tersebut untuk berangkat kedalam suatu tujuan.
"Jadi sektor LCL (Less Container Load) di logistik itu sudah sangat drastis sekali turun," sebutnya.
Kendati demikian, lanjutnya, tetap ada sokongan di sektor FCL atau full container load yang merupakan tamu-tamu bisnis. Dimana, karakternya orang yang sudah punya toko dan kelengkapan lainnya seperti website dan sebagainya.
"Jadi mereka selalu ada pengembangan, kemudian butuh supply produk juga, jadi tetap membutuhkan logistik," sebutnya.
Maka dari itu, untuk penanganannya pihaknya berusaha untuk menjadi jembatan antara buyer dengan supplier yang ada di Bali.
"Jadi itu kenapa kami mencoba memperdekat mereka dengan cara memberikan fasilitas atau service dari cargo dimana mereka bisa berbelanja produk-produk kerajinan di Bali melalui cargo. Jadi kita bisa memberikan support terhadap produk-produk apa yang sedang hits," jelasnya.
Selain itu, dirinya juga melakukan pendekatan antara buyer dengan supplier-supplier yang memiliki kualitas bagus, kemudian harga yang bersaing. Harapannya, kta dia, walaupun buyer tidak bisa datang ke Bali, tapi mereka dengan melalui kargo, mereka bisa merasa lebih dekat juga dengan produk-produk yang ada di Bali.
Sehingga, mereka pun masih tetap bisa melakukan pembelian dengan cara biasa, meski hanya bisa melalui online karena tidak bisa tatap muka langsung karena pandemi yang membuat mereka agak sulit datang ke Bali.
"Jadi itu yang kita coba buat “jembatan” untuk tradingnya, jadi mempermudah buyer untuk mencari barang, kemudian mengirimkan barang melalui satu pintu yaitu kargo," tutupnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan