Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 25 Juli 2026
Jukung Dihantam Gelombang, 1 Nelayan Desa Air Kuning Hilang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Cuaca buruk yang terjadi pada Kamis (12/08/2021) pagi memakan korban jiwa seorang nelayan di Desa Air Kuning Kecamatan Jembrana. Sebuah jukung nelayan terbalik setelah dihantam gelombang di perairan Desa Air Kuning, dan seorang nelayan berhasil selamat, sementara satunya lagi masih belum ditemukan.
Peristiwa nahas itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 WITA. Saat itu jukung Sekar Mawar yang digunakan melaut oleh dua orang nelayan, Suhairi (42) dan Asrul Salim (26) memasuki perairan Air Kuning, Kecamatan Jembrana.
Saat kembali dari melaut, dan sudah hampir sampai ke daratan gelombang besar menghantam jukung hingga terbalik seketika. Usai terbalik, Asrul Salim berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Suhairi hingga saat ini masih belum ditemukan.
Menurut Koordinatot SAR Jembrana Dewa Hendri Gunawan mengatakan, satu korban berhasil selamat, yakni Azrul Salim asal Banjar Tengah, Desa Air Kuning. Saat ini personel SAR sedang melakukan pencarian di lokasi korban hilang.
"Satu orang masih dalam pencarian, atas nama Suhairi asal Banjar Munduk, Desa Air Kuning. Tim SAR sudah turun melakukan penyisiran," jelasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3828 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1490 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1470 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1423 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1319 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun