Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hacker Kembalikan Uang Kripto Rp3,7 Triliun Hasil Retasan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hacker atau Peretas di balik salah satu perampokan koin digital terbesar kini mengembalikan uang kripto yang mereka curi, senilai USD 610 juta atau sekitar Rp 8,63 triliun, jelas PolyNetwork, platform cryptocurrency yang ditargetkan serangan itu.
Menyadur Channe News Asia Sabtu (14/08), peretas adalah white hat alias "topi putih" yang mengacu pada peretas etis yang umumnya bertujuan untuk mengekspos kerentanan dunia maya, setelah pengembalian dana.
PolyNetwork, platform yang memfasilitasi transaksi token peer-to-peer, menambahkan bahwa token ditransfer ke dompet multi-tanda tangan yang dikendalikan oleh platform dan peretas.
Satu-satunya token yang tersisa yang belum dikembalikan adalah stablecoin tether senilai USD 33 juta yang dibekukan awal pekan ini oleh perusahaan cryptocurrency Tether, kata PolyNetwork.
"Proses pembayaran belum selesai. Untuk memastikan pemulihan aset pengguna, kami berharap bisa menjaga komunikasi dengan White Hat dan menyampaikan informasi yang akurat kepada publik," kata PolyNetwork di Twitter.
Seseorang yang mengaku telah melakukan peretasan mengatakan PolyNetwork menawarinya hadiah sebesar USD 500.000 untuk mengembalikan aset yang dicuri.
Dia tidak akan bertanggung jawab atas insiden tersebut, menurut pesan digital yang dibagikan di Twitter oleh Tom Robinson, pendiri Elliptic, perusahaan pelacak kripto.
PolyNetwork, yang memungkinkan pengguna untuk mentransfer atau menukar token di berbagai blockchain, mengatakan bahwa mereka telah diserang oleh cyberheist, mendesak pelaku untuk mengembalikan dana yang dicuri.
Peretas yang masih belum teridentifikasi tampaknya mengeksploitasi sisi rentan kontrak digital yang digunakan PolyNetwork untuk memindahkan aset di antara berbagai blockchain.
Pada hari Rabu, para peretas mulai mengembalikan koin yang dicuri dan analis Blockchain berspekulasi bahwa mereka mungkin merasa terlalu sulit untuk mencuci mata uang kripto yang dicuri dalam skala seperti itu.
Kemudian pada hari Rabu, para peretas mengatakan mereka melakukan serangan "untuk bersenang-senang" dan ingin "mengekspos kerentanan" sebelum orang lain dapat mengeksploitasinya dan berencana mengembalikan token.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5936 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2620 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2278 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan