Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Kebutuhan Pasar Akan Pisang Cavendish di Bali Masih Tinggi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Potensi pasar pisang cavendish dinilai masih sangat bagus, karena kebutuhan pasar khususnya pasar lokal di Bali sendiri masih cukup tinggi dan belum bisa dicukupi dari hasil produksi pisang di Jembrana.
Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, melakukan peninjauan kebun pisang cavendish di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu (21/8).
Didampingi Camat Pekutatan I Wayan Yudana, melihat secara dekat kebun pisang Cavendish yang di kelola PT. Nusantara Segar Abadi (NSA) di lahan milik Pemerintah Provinsi Bali.
Selain melihat langsung perkebunan pisang cavendish di lahan 50 hektar milik provinsi ini, Wabup Ipat juga meninjau tempat proses pemilahan sampai proses packing pisang, hingga siap di distribusikan ke pasaran.
"Saya pikir ini di Jembrana potensinya sangat luar biasa, pasar yang sudah ada belum mampu dicukupi oleh produksi pisang ini", kata Wabup Ipat.
Disamping itu juga, Wakil Bupati asal Kelurahan Tegal Cangkring ini, meminta agar bisa menjalin kerja sama dengan para petani lokal, sehingga peluang yang baik ini bisa dikembangkan dan mendatangkan pemasukan bagi para petani di Jembrana.
"Jadi masih potensial sekali untuk dikembangkan, bahkan untuk bekerja sama dengan petani lokal sehingga potensi pasar yang sudah ada bisa di cukupi," Tambahnya.
Sementara itu, Kepala Oprasional PT. NSA, Rahmat mengatakan, Bali sendiri saat ini kebutuhan akan buah pisang sangat tinggi sekali, dalam seminggu bisa sampai 4.000 box, sedangkan yang diproduksi baru bisa 1.000 box dalam seminggu.
"Jadi ini masih sangat kurang sekali, masih ada potensi yang sangat besar bagi Petani, apalagi saat ini masa pandemi saya pikir pertanian lah yang salah satunya menjadi solusi untuk menggerakan kembali roda perekonomian," Jelasnya.
Rahmat juga menyampaikan, proses panen pisang yang memiliki warna, tekstur dan rasa sangat menarik dan penampilan seperti Pisang Ambon ini hanya dilakukan satu tahun sekali di masa tanam pertama.
Selanjutnya, jika sudah berbuah kembali, panen dapat dilakukan setiap bulan, bahkan setiap seminggu sekali. Menurut Rahmat, panen setiap Minggu bisa menghasilkan kurang lebih 16 ton atau 1.200 box.
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2651 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2309 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan