Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Potensi Nuklir Indonesia Dinilai Bisa Gantikan Energi Fosil
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara atau Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Jamaludin optimis potensi nuklir di Indonesia mampu menggantikan energi fosil di masa depan.
Ia mengatakan, bahwa energi nuklir bisa bermanfaat bagi berbagai aspek. Ridwan mengatakan, saat ini di dunia tengah hangat dibicarakan terkait energi mineral. Ia juga melihat bahwa energi mineral ini masih relevan sebagai pengganti energi berbasis fosil seperti batubara.
“Saya yakin kita cukup paham pemanfaatan dasar mineral, tapi mineral untuk energi ini topik hangat karena cukup relevan ini jadi potensi pengganti energi berbasis fosil dan batubara yang saat ini dikampanyekan untuk dikurangi,” katanya dalam Webinar Mineral for Energy, Jumat (10/9/2021) malam dikutip dari Liputan6.com.
Ridwan memandang potensi positif kedepannya Indonesia mampu beralih juga dari energi fosil, salah satu alternatifnya adalah dengan beralih ke energi nuklir.
“Nuklir adalah salah satu potensi untuk Indonesia, karena kita juga punya banyak bahan bakunya, sehingga biaya yang dibutuhkan untuk penggunaan nuklir sebagai bahan energi akan semakin murah,” katanya.
Lebih lanjut, Ridwan mengatakan, bahwa setidaknya ada tiga aspek yang bisa memanfaatkan energi nuklir ini kedepannya. Yakni sektor pertahanan, sektor kesehatan, hingga energi listrik. Ketiga sektor tersebut menjadi sektor strategis dalam pengembangan pemanfaatan energi nuklir.
“Industri Pertahanan misalnya teknologi anti radar, senjata laser dan peluru, kemudian industri kesehatan pendeteksi kanker, serta industri energi sebagai pembangkit dan penyimpan listrik,” katanya.
Kemudian, pada sektor energi listrik selain menyimpan listrik, itu juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan tenaga kendaraan bermotor listrik yang juga jadi tujuan Indonesia kedepannya.
“Dapat dikatakan mineral ini akan jadi bahan baku industri masa depan,” katanya.
Ia juga sempat menyinggung tentang potensi logam tanah jarang yang saat ini telah diketahui telah ada 28 titik logam tanah jarang di Indonesia. Kendati begitu, ia menyadari belum ada regulasi secara spesifik tentang pemanfaatan untuk eksplorasi kedepannya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3615 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1184 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1035 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 886 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun