Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Potensi Nuklir Indonesia Dinilai Bisa Gantikan Energi Fosil
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara atau Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Jamaludin optimis potensi nuklir di Indonesia mampu menggantikan energi fosil di masa depan.
Ia mengatakan, bahwa energi nuklir bisa bermanfaat bagi berbagai aspek. Ridwan mengatakan, saat ini di dunia tengah hangat dibicarakan terkait energi mineral. Ia juga melihat bahwa energi mineral ini masih relevan sebagai pengganti energi berbasis fosil seperti batubara.
“Saya yakin kita cukup paham pemanfaatan dasar mineral, tapi mineral untuk energi ini topik hangat karena cukup relevan ini jadi potensi pengganti energi berbasis fosil dan batubara yang saat ini dikampanyekan untuk dikurangi,” katanya dalam Webinar Mineral for Energy, Jumat (10/9/2021) malam dikutip dari Liputan6.com.
Ridwan memandang potensi positif kedepannya Indonesia mampu beralih juga dari energi fosil, salah satu alternatifnya adalah dengan beralih ke energi nuklir.
“Nuklir adalah salah satu potensi untuk Indonesia, karena kita juga punya banyak bahan bakunya, sehingga biaya yang dibutuhkan untuk penggunaan nuklir sebagai bahan energi akan semakin murah,” katanya.
Lebih lanjut, Ridwan mengatakan, bahwa setidaknya ada tiga aspek yang bisa memanfaatkan energi nuklir ini kedepannya. Yakni sektor pertahanan, sektor kesehatan, hingga energi listrik. Ketiga sektor tersebut menjadi sektor strategis dalam pengembangan pemanfaatan energi nuklir.
“Industri Pertahanan misalnya teknologi anti radar, senjata laser dan peluru, kemudian industri kesehatan pendeteksi kanker, serta industri energi sebagai pembangkit dan penyimpan listrik,” katanya.
Kemudian, pada sektor energi listrik selain menyimpan listrik, itu juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan tenaga kendaraan bermotor listrik yang juga jadi tujuan Indonesia kedepannya.
“Dapat dikatakan mineral ini akan jadi bahan baku industri masa depan,” katanya.
Ia juga sempat menyinggung tentang potensi logam tanah jarang yang saat ini telah diketahui telah ada 28 titik logam tanah jarang di Indonesia. Kendati begitu, ia menyadari belum ada regulasi secara spesifik tentang pemanfaatan untuk eksplorasi kedepannya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1461 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1231 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 679 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 570 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 542 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung