Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Seorang Siswi Diculik Sopir Taksi dan Diperkosa 17 Pria
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang siswi di Kazakstan menjadi korban pemerkosaan oleh 17 pria selama empat hari setelah ia dibius oleh sopir taksi.
Korban yang tidak diungkapkan identitasnya tersebut mengaku jika ia diperkosa di tepi sungai di Kazakhstan selatan.
Gadis itu mengatakan dia diculik oleh sopir taksi setelah berbelanja di sebuah pasar di Saryagash pada bulan Mei. Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba sopir taksi membawanya melalui jalur yang tidak biasa. Ketika dia ketakutan dan menangis, sang sopir menawarinya sebotol air minum.
Korban mengungkapkan jika dia pingsan setelah minum beberapa teguk minuman yang diberikan oleh sopir tersebut.
"Saya terbangun di tepi sungai. Saya berbaring di tanah dalam keadaan telanjang bulat dan dikelilingi oleh beberapa pria," ungkap korban kepada stasiun TV KTK.
"Mereka memerkosa saya di tepi sungai kemudian membawa saya ke sebuah rumah. Di sana, mereka memerkosa saya lagi dan menelepon teman-teman mereka dan berkata, 'kemari, kami punya anak perempuan'" sambungnya.
Korban mengungkapkan jika ia kembali diperkosa secara bergantian oleh pria yang berbeda di sebuah ruangan tempat ia disandera.
"Mereka memukuli saya dan mengancam akan menenggelamkan saya di sungai ketika saya mencoba melawan mereka," ungkap korban.
Setelah empat hari, para pelaku akhirnya membebaskan korban. Ia berhasil pulang dan langsung mengadu ke orang tuanya.
Korban mengungkapkan jika ia mengidentifikasi 17 pria yang memerkosanya. Ruang gerak para pelaku telah dibatasi, namun tidak ditangkap.
"Kasus pidana dibuka lima bulan lalu. Tidak ada yang ditangkap sejak itu," ungkap ibu korban.
Saltanat Karakozova, juru bicara kepolisian daerah Turkestan, mengatakan jika para pelaku hingga kini masih diperiksa.
"Serangkaian pemeriksaan sedang berlangsung. Investigasi sedang berlangsung," ungkap Saltanat.
Saltanat juga mengungkapkan jika petugas terhambat oleh ibu korban yang menghancurkan barang bukti penting.
Ibu korban menjelaskan bahwa dia membakar pakaian putrinya ketika ia diperkosa karena untuk menghilangkan kenangan buruk.
Menurut media lokal, ibu korban juga dikatakan telah menerima uang sebesar Rp266 juta dari para pelaku pemerkosaan.
Ibu korban mengklaim jika polisi mengatakan kepadanya untuk tutup mulut setelah menerima uang tersebut, namun dia tetap ingin para pelaku dipenjara.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2217 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan